Penulis Topik: The Bartimaeus Trilogy  (Dibaca 1227 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Èxsharaèn

  • Pölisia mar Ranch-i-ru
  • Administrator
  • Lv 9 Petualang senior
  • ************
  • Tulisan: 5.650
  • Karma: 8
  • Jenis kelamin: Pria
  • Veni, veni, venias; ne me mori facias...
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • RPG Fantasy Web Indonesia
The Bartimaeus Trilogy
« pada: 10 Juli 2008, 01:45:06 »
  • Publish
  • Yang nggak suka politik aku tidak terlalu sarankan trilogi ini, karena ada kecampuran politik.

    Novel ini tidak terlalu tebal, dan seperti biasa membosankan di awal, pelan-pelan naik turun, sebelum akhirnya mengklimaks di akhir tiap buku. Tidak seperti Harry Potter, di dunia karangan Jonathan Stroud ini para Muggle (diistilahkan commoner, tidak diterjemahkan) hidup berdampingan dengan para penyihir. Lagi-lagi London sebagai kota termagis digunakan sebagai latar cerita. Jangan bayangkan para penyihirnya membawa tongkat seperti di Harry Potter, bahkan sebenarnya mereka tidak bisa dibilang penyihir, namun summoner. Kenapa? Kebanyakan pekerjaan sihir mereka diserahkan pada makhluk halus alias demon, jin, afrit, dan apalah bentuknya, sepanjang mereka mampu memanggilnya, mengikatnya dengan mantra tertentu, dan memerintahnya. Nama asli penyihir sangat diharamkan karena mampu mencelakakan si empunya nama.

    Kelihatan gelap? Cerita bermula pada buku The Amulet of Samarkand, saat seorang bocah bernama Nathaniel berhasil memanggil Bartimaeus, salah satu jin tingkat tinggi yang terkenal atas berbagai macam tindakannya, dan memerintahnya untuk mencuri barang yang ternyata berbahaya: Amulet Samarkand. Dari sinilah cerita mulai bergulir, ditambah dengan peliknya masalah pemerintahan London akibat ancaman kelompok Resistance yang ingin membuat perubahan pada pemerintahan yang selama ini dikuasai para penyihir. Buku kedua, The Golem's Eye, berkisah pada saat Nathaniel menjadi salah satu orang penting dalam pemerintahan, ketika gejala perang mulai berkecamuk dan adanya serangan golem yang seharusnya sudah musnah. Buku terakhir, Ptolemy's Gate, bercerita saat Nathaniel telah menjadi menteri dan perang sedang berkecamuk di Amerika. Pemerintah tidak mencium masalah lain yang lebih gawat, karena ada yang berusaha menguasai dunia dengan sihir terlarang.

    Akhir trilogi ini agak tidak terduga dan tragis, tapi aku nggak akan cerita :) Seluruh kisah dituturkan dari beberapa sudut pandang, yaitu Bartimaeus, Nathaniel, dan Kitty (salah satu anggota Resistance yang nanti akan punya peran penting di buku kedua dan ketiga). Untuk pengganti Harry Potter, boleh lah :)
    Jangan lupa ikutan serunya petualangan Our Journey!
    ~ A, èxshna il utnön qu our journey shallaran a èndh... ~

    Profiles
    WAYN http://Exsharaen.wayn.com
    About.me http://about.me/hoshiro.exsharaen

    Offline Clâiré

    • Lv 5 Rata-rata
    • *****
    • Tulisan: 1.270
    • Karma: 0
    • Jenis kelamin: Wanita
    • Only the best of you deserve me.
    • Bergabung sejak: 31/01/2010
      YearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    Re: The Bartimaeus Trilogy
    « Jawab #1 pada: 20 Juli 2010, 09:29:05 »
  • Publish
  • udah baca juga toh :p
    aq rada lupa ceritany, terakhir baca waktu masi SMA dan itupun pinjem d perpus hahaha xD
    Zealyte - Vice Guild Master of Nightblade, Dragon Nest SEA

    Ènn il Zealyte, Gravitum i Magia-i-ru èst.


    "Ènn vanlaâm chrono èst."

    Offline Yoshidaka

    • Lv 1 Pendatang
    • *
    • Tulisan: 2
    • Karma: 0
    • Sistem Operasi:
    • Windows 7/Server 2008 R2 Windows 7/Server 2008 R2
    • Peramban:
    • Firefox 52.0 Firefox 52.0
    • Bergabung sejak: 15/05/2017
    Re:The Bartimaeus Trilogy
    « Jawab #2 pada: 15 Mei 2017, 04:03:51 »
  • Publish
  • I'm sure your message is very good. Get a lot of benefits.

    Tags:
     

    anything