Tulis jawaban

Peringatan: topik ini belum dituliskan setidaknya 120 hari.
Kecuali Anda yakin ingin menjawabnya, harap pertimbangkan untuk memulai sebuah topik baru.
Nama:
Email:
Subyek:
Tags:

Seperate each tag by a comma
Ikon pesan:

Anti-spam: complete the task

jalan pintas: tekan alt+s untuk mengirim/menulis atau alt+p untuk meninjau


Ringkasan Topik

Ditulis oleh: Èxsharaèn
« pada: 10 Agustus 2008, 10:38:10 »

Ada kok di forum ini, coba ubek-ubek aja (aku sendiri lupa soalnya di topik apaan :P).
Ditulis oleh: Stash
« pada: 10 Agustus 2008, 10:38:00 »

Wah, gak ngaruh kalau exshan yg tes kamu. Harus teman akrabmu yg ngetes kamu :D
Ditulis oleh: Valcrist
« pada: 10 Agustus 2008, 03:27:56 »

(<_<)

Jd pengen tau nih... dites ky ap sih? :p
Ditulis oleh: Èxsharaèn
« pada: 28 Juli 2008, 11:43:48 »

Univ yang layak disebut penjara? IPDN? :P

Biasanya sih pertemanan kalau mau lanjut ke persahabatan bisa masuk tahap uji coba, paling banyak ya tengkar. Atau seperti aku ngetes si stash kapan hari ;D
Ditulis oleh: Stash
« pada: 28 Juli 2008, 10:51:23 »

Kadang bertengkar bisa membuat persahabatan jadi lebih dekat. Btw, univ yg layak disebut penjara? waduh, kesannya kok serem abis.... Jadi takut.... :p
Ditulis oleh: Lucia
« pada: 28 Juli 2008, 10:49:09 »

Aq pengen balik ke masa SMA.
Aq nggak bakal suka sama si cowok brengsek sehingga nggak bertengkar dengan teman aq gara2 dia.
Aq juga nggak bakal jadi mahasiswa di univ yg lebih pantas disebut penjara, sehingga aq nggak perlu nunggu 6 bulan untuk kuliah lagi, dan tidak jadi gendut kayak sekarang....

Tapi jika saja aq nggak bertengkar dengan teman aq, aq nggak bakal sahabatan dengannya seperti sekarang.

Jadi....
Bingung juga ^^'
Ditulis oleh: Stash
« pada: 29 Oktober 2007, 09:11:56 »

Mungkin juga gitu.... Manusia kan konon memiliki sifat binatang....

Coba saja anjing sepupumu dikandangin selama 1 tahun, trus dilepasin. Mau tahu apakah akan memunculkan reaksi yang sama ya??? :)
Ditulis oleh: Èxsharaèn
« pada: 29 Oktober 2007, 03:23:48 »

Entah ya, orang zaman sekarang gampang banget tersulut emosinya. Apa gara-gara dulu kebebasan berekspresi dikekang sangat ketat ya, jadinya sekarang malah tidak terkendali...
Ditulis oleh: Stash
« pada: 20 Oktober 2007, 12:12:49 »

Paling malas yang namanya demo....

Kalau tertib sih tdk apa-apa.... Nah, demo sekarang identik dengan kemacetan jalan, kerusuhan, dan isunya tdk jelas....
Ditulis oleh: Èxsharaèn
« pada: 20 Oktober 2007, 12:00:35 »

Kok terbalik :P aku sekarang berani jalan sendiri, tapi tentu saja kalo malem2 ya polosan, alias ga bawa apa2... selama 4 tahun ini aggak pernah terjadi apa-apa kalau pergi-pulang kampus, padahal ceceku dulu pernah kena. Yang penting jangan perlihatkan kalo lagi bawa HP (pantang pake HP di jalan!!!), dompet, dll. yg sekiranya berharga.
Ditulis oleh: Stash
« pada: 19 Oktober 2007, 11:44:50 »

Aku setuju. Masa 1990-an tuh aku merasa hidup tenang, damai..... Dulu di manokwari, malam-malam aku berani jalan kaki sendiri, padahal masih kecil.

Coba sekarang, walau sdh dewasa, kuatir jalan sendiri. Angka kriminalitas semakin tinggi saja...
Ditulis oleh: Èxsharaèn
« pada: 17 Oktober 2007, 12:36:02 »

Aku kok anehnya pingin balik ke masa tahun 90-an. Masa-masa yang tenang, nggak ada demo (jauh lebih dikit kan ketimbang sekarang, dikit-dikit demo), harga masih stabil, dolar masih 2000, komik cuman 3000-an... tapi keuangan di masa itu ya relatif juga yah, 50 ribu pasti udah dibilang mahal, kalau sekarang nggak ada artinya.

Cuman, kalo balik ke masa itu, nggak ada TransTV, Space Toon, YGO TCG, de el el :D
Ditulis oleh: Stash
« pada: 03 Oktober 2007, 11:20:57 »

Hmm... masa SMA mungkin. Aku cuma pingin bisa lebih menikmati hidup saja. Rasanya 3 tahun itu begitu cepat berlalu...
Ditulis oleh: Èxsharaèn
« pada: 03 Oktober 2007, 09:17:45 »

Judul lagu-nya R. Kelly (dan entah kenapa nggak sengaja judulnya persis sama dengan judul lagu yang aku karang, padahal aku ya nggak tahu ada lagu itu :P).

Simpel saja, andaikan kalian diberi satu kesempatan memutar kembali waktu, ke waktu mana kalian akan kembali? Dan ngapain saja?
anything