Penulis Topik: Dragon Age chronicles (PS3, XBOX360, PC)  (Dibaca 2888 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Èxsharaèn

  • Pölisia mar Ranch-i-ru
  • Administrator
  • Lv 9 Petualang senior
  • ************
  • Tulisan: 5.650
  • Karma: 8
  • Jenis kelamin: Pria
  • Veni, veni, venias; ne me mori facias...
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • RPG Fantasy Web Indonesia
Dragon Age chronicles (PS3, XBOX360, PC)
« pada: 24 September 2010, 01:39:07 »
Sudah lama juga nggak nulis :)

Satu lagi RPG dari Bioware, developer yang membuat Baldur's Gate, Knights of the Old Republic, dan tentu saja Mass Effect, tahun 2009 lalu keluarlah satu karya yang cukup fenomenal: Dragon Age: Origins (DAO). Fenomenalnya di mana? Well, para pemain Baldur's Gate semestinya sudah cukup familiar dengan gaya RPG medieval bikinan Bioware, tapi bahkan DAO sendiri lebih fenomenal dibanding Baldur's Gate.

Cerita diawali dengan hero, kita, sebagai salah satu dari ketiga ras yang bisa dimainkan, yaitu manusia, elf, dan dwarf. Awal cerita tergantung pada pilihan karakter kita di awal, misalkan ras manusia dengan job Warrior dan Rogue akan memulai cerita sebagai seorang keturunan bangsawan, yang kehidupannya normal sampai akhirnya orang tuanya dikhianati dan kita harus melarikan diri. Sementara itu, yang memainkan ras manusia sebagai Mage memiliki cerita lain, yaitu sebagai seorang calon Mage yang akan menghadapi ujian di Circle's Tower, akademi para penyihir. Perbedaan cerita ini tetap memiliki satu kesamaan, yaitu memberikan tutorial awal pada pemain untuk membiasakan diri dengan sistem permainannya yang akan sangat berperan nanti sepanjang permainan, yaitu tactical pause. Wah seperti apa nih?

Pemain Dungeon Siege mungkin familiar dengan penggunakan tombol spasi (pengaturan dasar) untuk menghentikan permainan dan memberikan perintah, seperti meminum ramuan dan menggunakan kekuatan super. Di DAO, sistem yang serupa diadaptasi sedemikian rupa oleh BioWare. Bedanya, kita benar-benar bisa mengontrol tiap karakter dari kelompok kita (satu kelompok berisi maksimal empat tokoh) dengan mengganti tokoh yang aktif saat itu dan memberikan perintah sendiri-sendiri. Tokoh yang lain akan dikendalikan AI, namun AI ini akan mengalah saat kita berikan perintah manual. Misalnya, kita bisa suruh rogue maju duluan, sendirian dalam keadaan stealth, untuk men-disable semua jebakan yang dapat muncul, dan menyerang pertama kali dari belakang (backstab). Selagi itu, mage bisa disiapkan untuk mengeset jebakan juga untuk musuh. Banyak sekali variasi perintah yang bisa diberikan, dan tidak semua variasi bekerja pada semua kondisi. Di sini serunya DAO, karena pertarungan berjalan real-time! Pada tingkat kesulitan lebih tinggi (Hard atau Nightmare), kita dijamin akan sering menggunakan tactical pause untuk mengganti taktik :D jika tidak ingin repot, AI tiap tokoh bisa diatur terlebih dahulu. Terdapat beberapa slot AI (jumlah awal dapat berbeda untuk tiap tokoh dan dapat ditambah melalui skill Combat Training) yang bisa dikustomisasi dengan sangat bebas, karena yang bisa diatur sangat banyak. Screenshot-nya kususulkan karena kebetulan di laptop tidak terinstal DAO :) tapi jangan khawatir dengan tactical pause karena akan ada tutorial saat pertama kali digunakan.

Terlihat biasa? Tunggu dulu... kekuatan DAO lainnya ada pada jalan cerita. Aku harus ke latar belakang dunianya dulu karena istilahnya banyak sekali :D hampir sama seperti kisah penciptaan dunia pada kebanyakan agama (di DAO hanya ada satu agama yang tidak bernama), pada awal mula "The Maker" (inilah tuhan dalam DAO, akan sangat sering disebut dalam percakapan, misalnya "May the Maker watch us all" untuk memberikan berkat pada seseorang) menciptakan dunia dan kemudian tinggal di sebuah kota (golden city). Manusia termasuk di dalamnya. Namun, karena keangkuhannya (pride, ini nanti akan menjadi nama demon terkuat di DAO. Masuk akal ya :D), manusia ingin menguasai kota tempat Maker tinggal. Akibatnya, kota suci itu tercemar, dan akhirnya Maker menghukum manusia awal tersebut, yang sudah sangat tercemar. Lahirlah darkspawn.

Darkspawn telah terus menghantui kehidupan makhluk lain di dunia setelah itu, dan beberapa kali dunia telah jatuh ke dalam kuasa darkspawn (masa itu disebut Blight). Blight ketiga telah berakhir ratusan tahun lalu dari "masa kini", ketika tiba-tiba muncul kawanan baru dari arah selatan Ferelden (nama benua, atau lebih tepatnya nama negara tempat seluruh cerita utama DAO berlangsung). Benteng perlindungan terakhir ada di Ostagar, maka raja Cailan yang berkuasa saat itu mengerahkan pasukan ke sana untuk mencegah terulangnya Blight. Satu-satunya yang bisa mencegah Blight, dengan membunuh archdemon (pemimpin darkspawn), adalah seorang Grey Warden. Nah, di sinilah tokoh kita mulai masuk. Tidak peduli cerita pembukanya (kalau tidak salah ada enam cerita, aku sendiri baru nemu dua karena baru sekali main ulang DAO :D), tokoh kita akan dikirim ke Ostagar untuk menjadi Grey Warden (well, di masa gelap seperti itu, tenaga seperti apapun bisa digunakan, kan?). Terlebih dahulu tokoh kita akan menjalani ujian awal (dengan main quest tentu saja) sebelum dianggap layak untuk menjalani seleksi akhir: Joining. Caranya? Dengan meminum darah darkspawn. Hasilnya hanya ada dua: tetap hidup menjadi Grey Warden, atau mati ;D tokoh kita tentu saja akan lolos dari Joining (tapi akan ada versi lain dari kisah ini, nanti di bawah :)) dan menjadi Grey Warden, bersama satu "mentor" bernama Alistair. Dari sinilah kita akan berpetualang di seluruh penjuru Ferelden, untuk menggunakan kekuatan absolut Grey Warden untuk menggalang kekuatan melawan darkspawn, dari kalangan manusia (baik itu dari kalangan bangsawan, yang sedang berkonflik akibat terbunuhnya King Cailan di Ostagar dan digantikan Loghain yang ternyata tiran, maupun dari kalangan magi, yang menderita pukulan telak akibat munculnya musuh dari dalam Tower), Dalish Elf (yang agak tidak bersahabat dengan manusia dan dirundung ketakutan akibat werewolf), dan dwarf (yang sedang menemui jalan buntu akibat pemilihan raja dengan hanya dua kandidat yang saling berseteru).

Kelihatan sederhana main quest-nya? Tapi meminta bantuan itu sendiri tidak mudah, karena tiap ras sudah punya masalah sendiri :D sama seperti Mass Effect, di sini kita bebas menjadi baik atau menjadi jahat, yang akan berpengaruh pada lingkungan. Pengaruh yang paling nyata terlihat dari para tokoh yang tergabung dalam kelompok. Pada beberapa event dalam permainan, keputusan atau aksi yang kita ambil akan mempengaruhi tingkat kesukaan mereka terhadap kita: apakah dia menyetujui tindakan kita atau tidak. Jika alignment-nya terlalu negatif, tokoh tersebut bisa saja meninggalkan kelompok (bahkan ada beberapa pilihan yang langsung menyebabkan seorang tokoh pergi). Jika alignment-nya positif, tokoh tersebut akan semakin bersahabat, sehingga membuka pilihan-pilihan baru (pendekatan personal dapat kita lakukan di perkemahan di world map), misalnya quest personal. Lebih tinggi lagi, plot romansa dapat terbuka :) tapi jangan khawatir, kalau tindakan kita ternyata salah dan mengurangi alignment, kita bisa perbaiki dengan memberikan hadiah padanya (amat disarankan melakukan ini di perkemahan). Jangan khawatir, yang suka menjelajah dunia masih akan disibukkan lagi dengan side quest yang juga berjibun banyaknya, bahkan ada beberapa yang berefek langsung ke main quest. Keseluruhan DAO bisa ditamatkan dalam 20 jam dalam tingkat kesulitan Normal, dengan mengabaikan sebagian besar side quest. Cukup lama?

Jam main DAO bisa lebih lama lagi dengan menambahkan DLC (Downloadable Content). Beberapa DLC hanya akan menambahkan item, beberapa menambahkan cerita baru, seperti Soldier's Peak yang akan membuka lokasi baru, quest baru, dan peti penyimpanan barang (jumlah item yang bisa dibawa cukup terbatas); Leliana's Song yang mengisahkan latar belakang salah satu tokohnya, yaitu Leliana, sebelum datang ke Ferelden; dan sebagainya. Bahkan, ada satu DLC yang cukup menarik: The Darkspawn Chronicles. DLC ini membalik sudut pandangnya dan mengubah cerita DAO, saat tokoh kita tidak berhasil melalui Joining dan tinggal satu saja Grey Warden yang tersisa, yaitu Alistair. Darkspawn Chronicles mengambil setting DAO terakhir, yaitu pertempuran di Denerim. Bedanya, sekarang kita memerankan darkspawn :D

Masih kurang lama? Mainkan saja ulang DAO. Dengan tiga ras dan maksimum empat pilihan class, belum termasuk specialization di level 7 dan 14 (yup, level di DAO angkanya kecil-kecil; diperkirakan pemain akan menamatkan DAO di level 20), permainan baru bisa jadi sangat berbeda dari permainan sebelumnya. Contohnya, tokoh pertamaku sebagai mage dengan specialization arcane warrior (mengizinkan mage menjadi warrior dengan menggunakan atribut magic sebagai pengganti strength) dan healer, dengan konfigurasi satu warrior (Alistair), satu mage (Wynne), dan mabari dog (kecuali mengambil alur cerita pembuka tertentu, tokoh ini hanya bisa sekali didapat dengan menjalankan side quest di Ostagar, setelah itu tidak bisa lagi selain menggunakan DLC) di level Normal. Ternyata konfigurasi itu lebih sulit dimainkan ketimbang permainan kedua dengan tokoh utama sebagai rogue assassin dan Shade (dari DLC) sebagai pengganti mabari dog dalam level Hard ;D permainan kedua ini sendiri belum selesai karena aku fokus ke side quest dan mencari-cari...

Achievement. Walaupun ini hanya sebagai catatan saja untuk mengetahui apa saja yang sudah dibuka (bisa dipamerkan kalau punya akun EA/Bioware yang gratis, tapi aku tidak tahu apakah bisa diunggah dengan DAO bajakan :P), jumlahnya cukup banyak dan menantang untuk dibuka semua. Beberapa achievement bisa dibuka dengan memainkan DAO beberapa kali, misalnya membunuh 1000 darkspawn (berbeda dengan RPG lain, musuh yang sudah mati tidak akan muncul lagi di peta yang sama), membuka seluruh plot romansa, dan sebagainya.

Masih kurang? Well, DAO sudah punya expansion bernama DAO Awakening, dan sebentar lagi sekuelnya Dragon Age 2 akan hadir :) DAOA akan aku tulis setelah ini.

Minimum requirements nyusul, DAO-ku hanya ada di PC :D DAO sendiri bisa dibeli di Steam dengan harga sekitar USD 25-30.

Tertarik? Untuk mendapatkan gambaran singkat tentang DAO, kita bisa memainkan versi Flash-nya, Dragon Age Journeys walaupun ceritanya tidak berhubungan dan sistem pertarungannya tentu saja berbeda. DAJ gratis untuk dimainkan, dan disarankan membuat akun EA supaya bisa memanfaatkan fitur online save.
Jangan lupa ikutan serunya petualangan Our Journey!
~ A, èxshna il utnön qu our journey shallaran a èndh... ~

Profiles
WAYN http://Exsharaen.wayn.com
About.me http://about.me/hoshiro.exsharaen

Offline Èxsharaèn

  • Pölisia mar Ranch-i-ru
  • Administrator
  • Lv 9 Petualang senior
  • ************
  • Tulisan: 5.650
  • Karma: 8
  • Jenis kelamin: Pria
  • Veni, veni, venias; ne me mori facias...
  • Sistem Operasi:
  • Windows 7/Server 2008 R2 Windows 7/Server 2008 R2
  • Peramban:
  • Chrome 9.0.597.98 Chrome 9.0.597.98
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • RPG Fantasy Web Indonesia
Dragon Age 2
« Jawab #1 pada: 25 Pebruari 2011, 10:04:32 »
Akhirnya sekuel yang ditunggu-tunggu keluar juga: Dragon Age 2 (DA 2). Demonya dirilis tiga hari lalu, dan server Bioware langsung down saking banyaknya yang unduh :D aku sendiri sudah unduh untuk versi Steam. Demo ini berdurasi sekitar satu jam, banyak yang dikunci (seperti kustomisasi karakter, inventory, dll.) dan tingkat kesulitan hanya ada Normal. Hanya ada satu ras yang tersedia (Human) dan tiga kelas (Mage, Warrior, Rogue), tapi tersedia untuk tiap jenis kelamin (pria dan wanita). Aku masih belum tahu apa ada percabangan cerita lagi seperti DAO dulu, karena dari tagline-nya saja sudah dikatakan "from refugee to champion" (sepertinya bakal hanya ada satu cerita awal), dan dari demo saja ceritanya lompat-lompat. Sistem percakapan kembali ke sistem roda dari Mass Effect, kurasa sih tidak banyak masalah di sini.

Dari sistem battle, DA2 lebih intens dari DAO. Seperti pernah ditunjukkan dalam video teaser, kita benar-benar bisa main real time atau tetap menggunakan tactical pause (aku sih pakai yang kedua karena belum terbiasa dengan perubahan sistem ini). Rumor bahwa targeting-nya agak kurang nyaman ternyata memang benar: kadang-kadang perlu lebih dari sekali klik kanan supaya karakter benar-benar menyerang target. Tapi di luar itu, tampilannya cukup bagus. Antarmuka dirombak menjadi lebih minimalis: foto karakter dipindah ke kiri bawah dan diganti menggunakan HP/MP/SP bar biasa. Quick skill diperkecil ukurannya, dan menu dipindah kanan bawah dengan ukuran kecil. Lebih rapi menurutku :) tampilan karakter dan skill tree berubah drastis, tapi harusnya adaptasinya cepat :) dari animasi, gerakan karakter lebih keren dibandingkan DAO. Dengan karakter percobaan rogue, gerakannya mirip assassin: dia bisa backflip (ada skillnya), melompat dari jauh untuk menghampiri musuh, dan kalau menggunakan dua pisau, sabetannya lebih cepat. Tentu saja, darah lebih bertebaran di sana-sini (ya bisa dimaklumi :D). Inventory belum bisa dicoba karena dikunci, tapi sepertinya ada sistem baru untuk equipment karena aku melihat ada bintang dan bar di sana.

Well, overall, demo DA2 ini... menggoda sekali ;D saat aku tulis ini, DA2 menjadi nomor 2 top seller di Steam. Harganya, well, agak premium sih, USD 59.99... tapi yang bikin menggoda lagi, Bioware mengadakan event sejuta unduhan. Jika demo DA2 diunduh paling tidak satu juta kali sebelum 1 Maret 2011, semua orang akan mendapatkan 2 item baru (dan ternyata sudah lebih dari sejuta :D). Kalau menamatkan demonya (sebelum 31 Mei 2011) dan membeli DA2 (asalkan masuk log dengan akun EA yang sama di kedua produk), ada satu lagi item yang terbuka. Lumayan kan :D

Yang tertarik DA2 bisa coba dulu demonya di sini (atau untuk pengguna Steam di sini), tapi pastikan persyaratan minimum terpenuhi:

Kutip
OS: Windows XP with SP3; Windows Vista with SP2; Windows 7
Processor: Intel Core 2 Duo (or equivalent) running at 1.8 GHz or greater; AMD Athlon 64 X2 (or equivalent) running at 1.8 GHz or greater
Memory: 1024 MB (1536 MB Vista and Windows 7)
Hard Disk Space: 7GB
Video: Radeon HD 2600 Pro 256MB and the NVIDIA GeForce 7900 GS 256MB cards
Sound: Direct X 9.0c Compatible Sound Card
Windows Experience Index: 4.5
Jangan lupa ikutan serunya petualangan Our Journey!
~ A, èxshna il utnön qu our journey shallaran a èndh... ~

Profiles
WAYN http://Exsharaen.wayn.com
About.me http://about.me/hoshiro.exsharaen

Offline Stash

  • The Sentinel of Volcano
  • Kru RPGFWID
  • Lv 7 Ahli
  • ******
  • Tulisan: 3.205
  • Karma: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • Journey Never Ending
  • Sistem Operasi:
  • Windows XP Windows XP
  • Peramban:
  • Firefox 4.0b10 Firefox 4.0b10
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • Catatan Stefano
Re: Dragon Age chronicles (PS3, XBOX360, PC)
« Jawab #2 pada: 28 Pebruari 2011, 11:42:14 »
Sdh download, tp blm sempat main :D
Twitter ID : stefano1003
Facebook : http://www.facebook.com/stefano.ariestasia
Google+ : stefano.ariestasia
Blog : http://catatanstefano.wordpress.com

Offline Èxsharaèn

  • Pölisia mar Ranch-i-ru
  • Administrator
  • Lv 9 Petualang senior
  • ************
  • Tulisan: 5.650
  • Karma: 8
  • Jenis kelamin: Pria
  • Veni, veni, venias; ne me mori facias...
  • Sistem Operasi:
  • Windows 7/Server 2008 R2 Windows 7/Server 2008 R2
  • Peramban:
  • Chrome 10.0.648.204 Chrome 10.0.648.204
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • RPG Fantasy Web Indonesia
Re: Dragon Age 2
« Jawab #3 pada: 25 Maret 2011, 02:48:33 »
Menurut laporan Steam aku sudah main DA2 selama 20 jam, tapi rasanya sih lebih karena belum sinkron antara progresku dengan server Bioware. Di luar banyaknya pendapat fans yang mengatakan DA2 tidak sebagus DAO, menurutku titik fokus Bioware kali ini di cerita. Memang sih, beberapa lama setelah menjalankan begitu banyak side quest, bisa jadi ada kebosanan karena areanya jauh lebih kecil dari DAO (hanya Kirkwall dan 4 area besar di sekelilingnya, walaupun konsep ini ya pernah muncul di Legend of Zelda: Majora's Mask), plus penggunaan ulang tiap dungeon (hanya dibedakan dari pintu mana yang selalu tertutup), atau (katanya) waktu gameplay lebih sedikit dari DAO. Buatku sih, itu hanya polesan saja, dan kali ini DA2 seakan mendefinisikan ulang arti RPG yang biasanya hanya main statistik, skill tree, dsb. tapi tidak fokus ke pengembangan karakter secara emosional (itu yang sudah sejak lama dikeluhkan pada RPG barat). Contohnya?

Spoiler alert dulu :P

Yang paling kelihatan ya dari tokoh utamanya sendiri. Selain sekarang bisa berbicara dalam cinematic scene, latar belakang keluarga lumayan memberikan nuansa sendiri. Bertarung bersama kakak dan adik sendiri, kemudian melihat kejatuhan salah satunya (pada tutorial beda-beda siapa yang terbunuh, tergantung pilihan class), dan satunya lagi kalau tidak beruntung (ini baru dari satu playthrough sih, gara-gara kubawa ke Deep Roads, ternyata kena racun darkspawn dan harus dibunuh karena tidak ada Grey Warden :(), sambil merintis pengaruh di Kirkwall. Kepolosan Merrill yang baru pertama kalinya keluar dari perkemahan Dalish dan pindah ke elven alienage di Kirkwall, bahkan komentar-komentarnya sering bikin ketawa. Kisah Aveline yang fasih menghadapi lawan tapi ternyata kaku sekali kalau harus berurusan dengan cinta (baru tadi malam jalanin side quest-nya, sampe ketawa sendiri ;D). Kelamnya masa lalu Fenril sebagai budak. Anders yang mantan Grey Warden sekaligus mage yang harus hidup di kota bawah dengan kecemasan karena bayang-bayang templar Kirkwall, plus Justice yang hidup di tubuhnya (ingat karakter ini dari Awakening? Pas playthrough-ku dengan Hawke sebagai cowok, Anders diceritakan gay). Persaingan Varric dan kakaknya yang serakah sampai menyebabkan petaka di Deep Roads (mungkin saja ceritanya beda kalau aku tidak bawa keluarga sendiri ke sana), dan tiga tahun berselang kejadian serupa terulang (walaupun pada keluarga yang lain). Tiap tokoh di sini punya latar belakang dan masalah sendiri-sendiri, yang terasa lebih intens dibandingkan DAO, terutama karena area permainan terbatas (jadi bakal sering ketemu). Memang sih, yang tidak suka cerita dan lebih suka action akan keberatan dengan ide ini, tapi ya itulah RPG :D

Tapi memang cara lebih tepat untuk membuktikan apakah review ini benar atau tidak adalah dengan nyoba sendiri. Preferensi tiap orang pasti beda-beda, dan mustahil rasanya menyatukan keinginan jutaan gamer di luar sana. Overall nggak berlebihan lah ada yang sudah menyematkan titel "RPG of the decade", walaupun kebenarannya harus dibuktikan sembilan tahun lagi :)
Jangan lupa ikutan serunya petualangan Our Journey!
~ A, èxshna il utnön qu our journey shallaran a èndh... ~

Profiles
WAYN http://Exsharaen.wayn.com
About.me http://about.me/hoshiro.exsharaen

Offline Èxsharaèn

  • Pölisia mar Ranch-i-ru
  • Administrator
  • Lv 9 Petualang senior
  • ************
  • Tulisan: 5.650
  • Karma: 8
  • Jenis kelamin: Pria
  • Veni, veni, venias; ne me mori facias...
  • Sistem Operasi:
  • Windows 8.1 Windows 8.1
  • Peramban:
  • Chrome 39.0.2171.95 Chrome 39.0.2171.95
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • RPG Fantasy Web Indonesia
Dragon Age: Inquisition
« Jawab #4 pada: 12 Januari 2015, 11:18:40 »
Setelah beberapa tahun, akhirnya seri penutup Dragon Age muncul juga. Namanya Dragon Age Inquisition. Di sini, peran kita lebih besar lagi daripada dua game DA sebelumnya. Diawali dengan lubang hijau di langit yang membawa serta monster dari dunia lain, tokoh kita tiba-tiba muncul dari Fade dalam keadaan sedikit lupa ingatan, dan di tangan kita tiba-tiba saja ada kemampuan untuk menutup kembali lubang-lubang hijau yang bermunculan di seluruh penjuru Thedas.

Thedas? Yup, DAI mempromosikan diri sebagai RPG dengan map yang sangat besar, dan itu tidak berlebihan. Kita bisa kembali berpetualang di Ferelden, walaupun area-area lama tidak lagi dibuka (kecuali Redcliffe, yang berbeda jauh dengan Redcliffe di DAO). Sayang memang bahwa kita tidak lagi bisa berpetualang di Denerim, Orzammar, Frostback Mountain, atau Kirkwall, tapi sebagai gantinya banyak daerah baru yang dibuka, dan kali ini masif: Ferelden dan Orlais! Contohnya adalah Hinterlands, yang termasuk Redcliffe (itu pun tidak bisa diakses di awal permainan). Map ini sendiri bisa memakan waktu 10 jam permainan (baca: berhari-hari) untuk menjelajahi seluruh penjurunya, sampai-sampai laman Facebook-nya sendiri sempat bertanya beberapa hari setelah rilis DAI: Sudah keluar dari Hinterlands belum? :D Tiap daerah memiliki karakteristik sendiri, misalnya Storm Coast yang selalu dirundung badai, Crestwood yang awalnya gelap dan penuh undead tapi setelah quest tertentu selesai berubah menjadi cerah, Fallow Mire yang selalu gelap dan juga penuh undead, Western Approach yang berpasir, dan sebagainya. Berhubung DAI menggunakan Frostbite Engine 3, gambarnya jadi lebih memukau dibandingkan DA2, walaupun memang membutuhkan tenaga yang lumayan besar (Alienware M14X-ku agak kewalahan saat main DAI di setting High, bahkan oleh NVIDIA disarankan pengaturan serendah mungkin).

Dari sisi cerita, tidak perlu diragukan juga, ceritanya masif! Saking besarnya, kita sampai bisa membuat setting kita sendiri, menggunakan keputusan yang pernah kita ambil di DAO maupun DA2, kalau ingat (sayangnya save file kedua game tersebut tidak bisa dibawa ke DAI). Menggunakan situs Dragon Age Keep, kita akan diingatkan kembali atas beberapa plot penting di DAO maupun DA2, dan kita bisa memilih langsung beberapa keputusan penting tersebut, tanpa harus memainkan dan menyelesaikan kedua game pendahulunya terlebih dahulu. Memang sih, aku lebih menyarankan untuk memainkan keduanya dulu supaya nggak bingung, tapi pemain baru bisa saja langsung masuk dengan menggunakan pengaturan dasar. Di awal, cerita terasa agak membingungkan karena banyak lubang, namun seiring waktu lubang-lubang tersebut akan terisi dengan sendirinya. Kali ini pahlawan kita akan memimpin sebuah pergerakan yang dinamakan Inquisition, yang bertujuan untuk menyatukan seluruh Thedas untuk melawan kekuatan baru yang sedang muncul: Corypheus. Aku belum dapat informasi lebih banyak (bahkan setelah 60 jam bermain) tentang Corypheus, tapi diduga ia adalah salah satu magister yang dulu pernah mencemari The Golden City, menyebabkan munculnya darkspawn dan Blight pertama. Ia menemukan suatu kekuatan yang bisa menyapu bersih seisi dunia untuk keinginannya, namun entah bagaimana caranya pahlawan kita bisa memiliki sesuatu yang mencegahnya melakukan itu. Sisanya... lanjutkan sendiri yah, aku sendiri belum selesai main :D

Dari sisi sistem permainan... agak bermasalah sih untuk pemain PC. Entah mengapa kali ini Bioware terlalu fokus pada pengembangan DAI untuk konsol, bahkan selama demo beberapa kali mereka selalu menggunakan kontroler Xbox for PC, tapi menggunakan build PC. Kontrolnya terasa sekali untuk konsol: kita tidak lagi bisa mengambil barang yang jauh dari karakter, tapi barang itu harus didekati dulu, lalu diklik (ini pun sering tidak pas, menunggu kursornya menyala dulu baru kita bisa ambil) atau tekan tombol F (konvensi MMORPG?). Tombol spasi, yang dulu sangat identik dengan tombol tactical pause, diganti menjadi tombol untuk melompat! Padahal tidak ada puzzle yang membutuhkan lompatan, lompatan juga tidak berguna untuk menghindari musuh, tapi hanya berfungsi untuk... menaiki terrain. Ya, sekarang dunia dalam game benar-benar 3D alias kita bisa naik ke atas. Tombol tactical pause sendiri dipindah ke tombol Left Ctrl. Sayangnya, tactical pause di DAI agak mengecewakan. Berbeda dengan kedua pendahulunya, tactical screen di DAI agak berorientasi konsol: untuk melihat sekeliling, kita harus menggerakkan kursor (yang pergerakannya juga tidak standar WSAD tapi WSQE), itu pun pergerakannya terbatas. Kamera memang bisa diatur apakah tampak atas atau tampak samping, tapi penampilan tampak atas akan cukup tidak nyaman. Jika menggunakan real-time battle, kita pun harus menahan tombol kiri mouse untuk menyerang. Satu lagi yang mengganggu: untuk skill, kita hanya disediakan 8 quickslot, padahal jumlah skill bisa lebih dari 8. Yang lebih menyebalkan, quickslot tersebut tidak bisa diganti selama pertarungan, jadi jika ada pertarungan yang membutuhkan skill tertentu yang lupa kita pasang, tidak ada cara lain selain mengulangi dari save terakhir dan mengaturnya terlebih dahulu sebelum memulai pertarungan. Konon ini sudah diprotes dan Bioware hendak mencari konfigurasi yang tepat untuk pemain PC, jadi sementara diterima dulu atau pakai kontroler Xbox ^^;

Di luar kontrol yang butuh adaptasi, permainannya sendiri menarik. Side quest sangat banyak (agak mirip MMO sih jadinya), dan companion juga bisa memberikan quest tersendiri. Ciri khas Dragon Age untuk romantisme tetap dipertahankan: biseksualitas :P tokoh-tokoh lama sedikit bermunculan, seperti Hawke (hero di DA2, sayangnya kita tidak bisa impor penampilan dari DA2), Alistair (muncul sebentar di main quest). Sisanya adalah tokoh baru, kecuali Varric yang entah bagaimana ceritanya menjadi PC tetap. Tokoh sampingan seperti Leliana juga muncul kembali. Memang tidak salah untuk memilih game ini untuk jangka panjang, karena game-nya sendiri besar. Aku sampai skip Steam winter sale kemarin karena ada DAI :D

Overall, tentu saja game ini recommended untuk pemain Dragon Age. Untuk pemain baru, DAI juga menawarkan permainan yang besar, dengan banyak hal yang bisa dilakukan, selagi menunggu The Witcher 3 keluar :)
Jangan lupa ikutan serunya petualangan Our Journey!
~ A, èxshna il utnön qu our journey shallaran a èndh... ~

Profiles
WAYN http://Exsharaen.wayn.com
About.me http://about.me/hoshiro.exsharaen

 

Dengan Jawab-Cepat Anda dapat menggunakan kode buletin board dan smiley seperti tulisan normal, tapi jauh lebih menyenangkan.

Peringatan: topik ini belum dituliskan setidaknya 120 hari.
Kecuali Anda yakin ingin menjawabnya, harap pertimbangkan untuk memulai sebuah topik baru.

Nama: Email:
Anti-spam: complete the task