Penulis Topik: Demonstrasi =/= cerminan suara rakyat  (Dibaca 726 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Stash

  • The Sentinel of Volcano
  • Kru RPGFWID
  • Lv 7 Ahli
  • ******
  • Tulisan: 3.205
  • Karma: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • Journey Never Ending
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • Catatan Stefano
Demonstrasi =/= cerminan suara rakyat
« pada: 30 Mei 2013, 07:22:21 »
Aku rasa kalian sendiri merasakan efek dari era "reformasi". Demo semakin merajalela dimana-mana. Masalahnya, apakah benar mereka yang berdemo itu benar-benar mewakili suara rakyat?

Contoh terbaru saja, pro kontra Kartu Jakarta Sehat yang diprakasai Jokowi. Silahkan cari sendiri ya artikel-artikel terkait, atau mungkin ntar aku buatkan topik baru. Yang lucu itu, diberitakan ada sekelompok orang miskin yang demo menolak kartu jakarta sehat. Namun ketika mereka diwawancara secara langsung oleh wartawan, mereka sebenarnya setuju dengan kartu jakarta sehat. Lha, trus kok demo? Jawabannya simpel "diajak" atau "ikut ngeramein aja".

Bukannya mau berpikiran buruk, tapi kapan hari ada liputan tv mengenai makelar demonstrasi. Dia menjamin bisa menyiapkan jumlah massa sesuai permintaan kita.

Nah, kalau begini caranya, masih relevan kah demonstrasi? Selain membuat kemacetan dan (biasanya) ada beberapa fasilitas yang dirusak, apa sih manfaat demonstrasi sekarang ini?
Twitter ID : stefano1003
Facebook : http://www.facebook.com/stefano.ariestasia
Google+ : stefano.ariestasia
Blog : http://catatanstefano.wordpress.com

Offline Stash

  • The Sentinel of Volcano
  • Kru RPGFWID
  • Lv 7 Ahli
  • ******
  • Tulisan: 3.205
  • Karma: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • Journey Never Ending
  • Sistem Operasi:
  • Windows 7/Server 2008 R2 Windows 7/Server 2008 R2
  • Peramban:
  • Firefox 23.0 Firefox 23.0
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • Catatan Stefano
Re:Demonstrasi =/= cerminan suara rakyat
« Jawab #1 pada: 21 Desember 2013, 09:04:41 »
Contoh terbaru nih
Ribuan massa dari Banten menyemut di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendukung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang saat itu sedang diperiksa sebagai tersangka dalam perkara Pilkada Lebak dan proyek alat kesehatan di Tangerang Selatan, Jumat (20/12) kemarin. Mereka berkoar-koar membela Atut dan mencemooh KPK.

Namun, ternyata banyak dari mereka yang tidak mengetahui tujuannya datang ke KPK, Jakarta. Bahkan mereka tidak mengetahui kasus yang menimpa Atut.

Mereka mengaku tergiur dengan uang yang dijanjikan oleh koordinator aksi. Untuk itulah mereka mau saja ikut bersama rombongan ke KPK.

Bahkan, setelah Atut digiring untuk dijebloskan ke Rutan Pondok Bambu, pendukungnya tak bereaksi. Mungkin karena tak tahu isu yang sedang terjadi itulah mereka tidak mendukung Atut yang ditahan.

Berikut aksi konyol pendukung Atut yang dirangkum merdeka.com, Sabtu (21/12).


1. Pengen lihat Jakarta
Ribuan pendukung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah demo di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), salah satunya anak SMP bernama Botem (12). Botem mengaku ikut demo untuk melihat suasana Ibu Kota.

"Dari Tangerang, ikut saja sama teman-teman. Kapan lagi pergi ke Jakarta," kata Botem yang masih duduk di bangku SMP kelas XIII ini saat berbincang dengan merdeka.com di depan Gedung KPK, Jakarta, Jumat (20/12).

Ikut demonstrasi kali ini, lanjut Botem, dirinya dijanjikan sejumlah uang untuk demo mendukung Atut. Namun, Botem tak tahu apakah janji itu terealisasi atau tidak.

"Saya sih maunya dikasih Rp 200 ribu seorang, tapi katanya cuma Rp 30 ribu. Yang penting kan ke Jakarta mumpung lagi libur sekolah," jelas Botem sambil bercanda dengan temannya.


2. Tidak tahu kasus Atut
Seorang nenek-nenek, memakai baju gamis putih mengaku hanya ikut rombongan ke KPK. Bahkan, dia tidak tahu tentang kasus Atut.

"Ya ikut aja, tadi diajak. Nggak tahu (kasus Atut) itu." jelasnya saat ngobrol dengan merdeka.com di depan Gedung KPK, Jumat (20/12).


3. Berharap uang, kopi dan rokok
Para pendemo yang berangkat langsung dari Banten datang bukan tanpa alasan. Mereka mengaku mengikuti demo karena dijanjikan uang oleh koordinator aksi.

"Dapat uang Rp 100 ribu. Makan, rokok sama kopi juga," kata salah seorang pendemo, Erdi kepada merdeka.com di lokasi, Jumat (20/12).

Tetapi, lanjutnya, pembayarannya akan diberikan setelah mereka kembali ke tempatnya masing-masing. "Nanti dapatnya, kalau udah balik (ke Banten)," terangnya.


4. Enggak tahu KPK
Ternyata, peserta demonstrasi itu banyak yang tidak paham dengan tujuan demo. Mereka juga mengaku capek dan menyesal ikut demonstrasi itu sebab merasa tidak mendapat apa-apa.

"Engga tau lah (soal kasus Atut). Ke sini aja ikut-ikut, diajak juga dari LSM (koordinator). Sebenarnya sih nyesel ikut ke sini, dapet capeknya doang, males ikut ribut-ribut, mendingan saya duduk aja," kata seorang peserta demonstrasi, Jumat (20/12).

Pria yang mengaku asli Banten itu menjelaskan, dia dan teman-temannya itu dikoordinir. Sebelum berangkat ke Jakarta, mereka dikumpulkan sejak subuh di stadion. Setelah itu mereka berangkat ke Jakarta. Apakah mendapat duit? Pria itu menjawab, "enggak tahu saya."

Apakah anda tahu apa itu KPK? Dia menjawab, "Komisi Pemberantasan Korupsi. Enggak tahu kerja-nya ngapain, paling nangkep orang."


5. Dijanjikan ketemu presiden
Para pendemo ternyata ada juga yang ditipu koordinator aksi supaya mau diajak demonstrasi. Mereka awalnya dijanjikan bertemu dengan Presiden.

"Katanya diajak mau ketemu Presiden. Yah saya ikut-ikut aja lah," kata seorang pendemo saat berbincang dengan merdeka.com di depan Gedung KPK, Jumat (20/12).

Pemuda berambut gondrong itu mengaku sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan. Dia tak tahu kasus Ratu Atut yang sedang ramai. Hanya ikut-ikutan saja.

"Enggak tahu saya. Saya juga kesini nyesel, mendingan di rumah dapet duit juga," katanya.

Dia mengaku datang ke Jakarta bersama teman-temannya dua bus. Tak ada yang paham kenapa mereka tiba-tiba dibawa ke depan gedung KPK.


6. Daripada nganggur
Dari sekian banyak pendemo ada yang mengaku hanya iseng saja ikut ke KPK. Dia berasalan daripada tidak ada kerjaan di rumah makanya mau saja ikut ke Jakarta.

Enggak tahu saya, ke sini (KPK) aja diajak. Daripada nganggur mendingan saya ikut ke Jakarta aja," ujar salah satu pendemo kepada merdeka.com di lokasi, Jumat (20/12).

Dia mengaku dirinya diajak oleh LSM Paku Banten. Namun, dia tidak tahu apakah akan mendapat uang transportasi atau tidak. "Saya enggak tahu," katanya.
Twitter ID : stefano1003
Facebook : http://www.facebook.com/stefano.ariestasia
Google+ : stefano.ariestasia
Blog : http://catatanstefano.wordpress.com

Offline Èxsharaèn

  • Pölisia mar Ranch-i-ru
  • Administrator
  • Lv 9 Petualang senior
  • ************
  • Tulisan: 5.650
  • Karma: 8
  • Jenis kelamin: Pria
  • Veni, veni, venias; ne me mori facias...
  • Sistem Operasi:
  • Windows 8.1 Windows 8.1
  • Peramban:
  • Chrome 31.0.1650.63 Chrome 31.0.1650.63
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • RPG Fantasy Web Indonesia
Re:Demonstrasi =/= cerminan suara rakyat
« Jawab #2 pada: 21 Desember 2013, 11:42:32 »
Ya begitulah, memanfaatkan orang-orang yang ga tau apa-apa untuk demonstrasi demi duit...
Jangan lupa ikutan serunya petualangan Our Journey!
~ A, èxshna il utnön qu our journey shallaran a èndh... ~

Profiles
WAYN http://Exsharaen.wayn.com
About.me http://about.me/hoshiro.exsharaen

Tags:
 

Dengan Jawab-Cepat Anda dapat menggunakan kode buletin board dan smiley seperti tulisan normal, tapi jauh lebih menyenangkan.

Peringatan: topik ini belum dituliskan setidaknya 120 hari.
Kecuali Anda yakin ingin menjawabnya, harap pertimbangkan untuk memulai sebuah topik baru.

Nama: Email:
Anti-spam: complete the task