Penulis Topik: Tragedi underboob cosplayer: kostum vs etika  (Dibaca 1288 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Èxsharaèn

  • Pölisia mar Ranch-i-ru
  • Administrator
  • Lv 9 Petualang senior
  • ************
  • Tulisan: 5.650
  • Karma: 8
  • Jenis kelamin: Pria
  • Veni, veni, venias; ne me mori facias...
  • Sistem Operasi:
  • Windows 8.1 Windows 8.1
  • Peramban:
  • Chrome 31.0.1650.57 Chrome 31.0.1650.57
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • RPG Fantasy Web Indonesia
Tragedi underboob cosplayer: kostum vs etika
« pada: 20 November 2013, 01:36:33 »

!!

Peringatan

Materi ini mungkin rada sedikit eksplisit.



Duh sayang ga lihat kejadiannya secara langsung :D menurut Kotaku, saat ada acara Anime Festival Asia di Singapura beberapa saat lalu (8-10 November 2013), ada seorang cosplayer yang mengenakan kostum salah satu tokoh dari anime Kill la Kill. Ketika itu, ada seorang wanita tua yang (entah akan atau sudah) menghadiri sesi gereja, kebetulan di convention hall yang sama dengan acara AFA2013. Melihat cosplayer itu, berhubung kostumnya "menantang" (kelihatan dada bagian bawah alias underboob), geger deh, sampai akhirnya si auntie manggil polisi. Resolusinya damai sih, si cosplayer tidak sampai ditangkap, tapi syok gara-gara kejadian itu.

Kalau di Indo sih aku yakin bakal rusuh :D tapi di Singapura sini, yang kurasa budayanya cukup global, ternyata bisa juga ada kejadian seperti itu. Aku nggak tahu apakah ada age entry limit untuk memasuki area AFA 2013 (dan apakah ada persyaratan tertentu untuk cosplayer, misalnya berpakaian sopan, gak nemu di situsnya). Dari sini jadi terpikir, apakah kostum itu harus tetap beretika? Dan apakah etika itu? Menurut beberapa orang, cosplay termasuk seni, dan seperti yang sudah kita tahu, seni itu sering melanggar etika. Okelah, beberapa seni ketelanjangan memang berbentuk lukisan, tapi ketika ini manusianya sendiri yang telanjang dengan meniru kostum yang secara eksplisit mempertontonkan bagian bawah dada, masih bisakah itu disebut seni?

Ada renungan dari FB:

Kutip
1. Apakah acara tersebut untuk umum atau ada batasan usia tertentu yg boleh mengikutinya?
2. Apakah kostum tersebut boleh dikonsumsi umum atau ada batasan usia tertentu?
3. Jika no 2 jawabnya untuk umum, apakah jika anak anda masih sd, anda akan mengijinkan semua gurunya memakai seragam kostum tsb?

Khusus no 3 tidak harus dijawab sekarang, tunggu hingga dewasa dulu. Kedewasaan bs datang sendiri setelah banyak mengamati dan belajar, atau krn sudah memiliki anak, atau mungkin setelah mengerti psikologi perkembangan anak.
Jangan lupa ikutan serunya petualangan Our Journey!
~ A, èxshna il utnön qu our journey shallaran a èndh... ~

Profiles
WAYN http://Exsharaen.wayn.com
About.me http://about.me/hoshiro.exsharaen

Offline Stash

  • The Sentinel of Volcano
  • Kru RPGFWID
  • Lv 7 Ahli
  • ******
  • Tulisan: 3.205
  • Karma: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • Journey Never Ending
  • Sistem Operasi:
  • Windows 7/Server 2008 R2 Windows 7/Server 2008 R2
  • Peramban:
  • Chrome 31.0.1650.57 Chrome 31.0.1650.57
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • Catatan Stefano
Re:Tragedi underboob cosplayer: kostum vs etika
« Jawab #1 pada: 21 November 2013, 09:20:30 »
Pertama, kita harus tahu dulu budaya di Singapur. Menurut pengalamanku, Singapur itu negara free thinking. Bukan komunis yang melarang agama, tapi juga bukan negara yang menyarankan warganya untuk beragama. Karena tidak berdasar nilai-nilai agama, maka hukum di Singapur lebih memakai hukum normatif biasa, dimana selama kamu tidak merugikan orang lain, maka itu tidak apa-apa.

Beberapa budaya yang mungkin mau aku angkat yang agak berkaitan dengan kasus diatas:
1. Seks bebas diperbolehkan, selama tidak ada pihak yang dipaksa, dan keduanya sudah berusia di atas 17 tahun (kalau gak salah limit umurnya)
2. Tidak boleh ada imbalan uang sama sekali sehabis seks. Begitu ada imbalan uang, itu dianggap prostitusi. Dan prostitusi cuma legal kalau terjadi di kawasan yang diijinkan. Di luar itu, masuk tindak pidana.
3. Menurut pengalamanku sih, ketika pergi bekerja, orang Singapur akan berpakaian super rapi. Namun di luar itu, pakaiannya super santai. Tank top, celana pendek mini itu seperti dress code disana. Bahkan banyak cewek yang ke gereja pake tank top (walau sebenarnya sudah dilarang).

Jadi dari 3 hal diatas, Singapur bisa dibilang tidak lagi menganut budaya "timur". Kalau aku bilang, budaya "barat" lebih dominan disana, terutama di kaum-kaum muda. Jadi buat mereka, payudara itu "sudah biasa". Dan jujur saja lha, di jaman sekarang, jangan bilang kamu gak pernah lihat payudara sama sekali. Di film-film banyak dipertontonkan, baik yang 17++ mau pun yang biasa. Anime sudah parah sekali sih, makanya belakangan aku malas nonton.

Aku setuju kalau acara begitu perlu dibatasi umur penontonnya. Masalahnya suntec itu tempat umum, dan yang aku lihat mereka berdiri di lobi, bukan di dalam ruang acara. Jadi anak-anak bisa saja melihat mereka. Mungkin kalau saja mereka tidak berkeliaran di lobi, atau mereka memakai jaket saat berada di lobi, bukan begini kejadiannya.

Tambahan : kalau kalian baca bagian komentar dari artikel kotaku, ada cowok yang berpakaian lebih "terbuka" dibanding si cewek, dan menurutku itu lebih tidak sopan sih. Si cewek masih kelihatan "artistik", sedang si cowok itu..... Apakah ini isu feminisme (cewek harus tertutup, cowok urusanmu mau buka-bukaan)?
Twitter ID : stefano1003
Facebook : http://www.facebook.com/stefano.ariestasia
Google+ : stefano.ariestasia
Blog : http://catatanstefano.wordpress.com

Offline Èxsharaèn

  • Pölisia mar Ranch-i-ru
  • Administrator
  • Lv 9 Petualang senior
  • ************
  • Tulisan: 5.650
  • Karma: 8
  • Jenis kelamin: Pria
  • Veni, veni, venias; ne me mori facias...
  • Sistem Operasi:
  • Windows 8.1 Windows 8.1
  • Peramban:
  • Chrome 31.0.1650.57 Chrome 31.0.1650.57
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • RPG Fantasy Web Indonesia
Re:Tragedi underboob cosplayer: kostum vs etika
« Jawab #2 pada: 21 November 2013, 11:41:49 »
Waktu balasmu artistik sekali :D

Belum cari-cari komentar dari penyelenggara sih (bingung sendiri malah baca bahasan di forum SG Hardware, bahasanya... ^^;). Harusnya sih dikasih tempat sendiri di dalam untuk siap-siap ya. Kapan hari aku pergi ke Singapore Zombie Walk 2013, penyelenggaraannya terkesan rada acak-acakan. Ga ada tempat khusus untuk rias, jadi ya pada nggerombol di lobi mal gitu (lupa nama malnya, ga pernah ke sana). Kalau yang aku pernah hadiri sendiri ada cosplayernya sih kebetulan itu di Expo jadi tempatnya tertutup (ga ingat ada anak kecil atau nggak, tapi rasanya nggak ada).

Entah ya, budaya Jepang apa memang sekarang tambah seronok atau gimana, aku ga ngikuti anime sama sekali sih... SAO kapan hari telat, Shingeki no Kyoujin aja sampai sekarang ga tau apa bagusnya :D

Tambahan : kalau kalian baca bagian komentar dari artikel kotaku, ada cowok yang berpakaian lebih "terbuka" dibanding si cewek, dan menurutku itu lebih tidak sopan sih. Si cewek masih kelihatan "artistik", sedang si cowok itu..... Apakah ini isu feminisme (cewek harus tertutup, cowok urusanmu mau buka-bukaan)?

Masalahnya cuma satu, mana ada cowok yang menganggap cowok telanjang itu artistik (kecuali seniman), yang ada mah sekarang kalau cowok liat cowok telanjang (tahu video Sweden Got Talent yang ada grup cowok perform sambil telanjang?) pasti dibilang gay :D Kejadian ini di FB-ku: ada cewek luar, lupa orang mana, yang berbagi video itu, dan komennya "wow so sexy" dan sejenisnya, tapi begitu cowok sini yang berbagi, komen bawahnya langsung "gaaaayyyy" ;D bisa dibahas untuk jadi topik lain, kenapa cewek harus tertutup tapi cowok boleh buka-bukaan.
Jangan lupa ikutan serunya petualangan Our Journey!
~ A, èxshna il utnön qu our journey shallaran a èndh... ~

Profiles
WAYN http://Exsharaen.wayn.com
About.me http://about.me/hoshiro.exsharaen

Offline Stash

  • The Sentinel of Volcano
  • Kru RPGFWID
  • Lv 7 Ahli
  • ******
  • Tulisan: 3.205
  • Karma: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • Journey Never Ending
  • Sistem Operasi:
  • Windows 7/Server 2008 R2 Windows 7/Server 2008 R2
  • Peramban:
  • Chrome 31.0.1650.57 Chrome 31.0.1650.57
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • Catatan Stefano
Re:Tragedi underboob cosplayer: kostum vs etika
« Jawab #3 pada: 22 November 2013, 09:16:15 »
Ada satu komentar yang menarik di topik HardwareZone "Cewek boleh menunjukkan setengah bagian atas dari payudaranya, tapi tidak boleh menunjukkan setengah bagian bawah?" :D
Twitter ID : stefano1003
Facebook : http://www.facebook.com/stefano.ariestasia
Google+ : stefano.ariestasia
Blog : http://catatanstefano.wordpress.com

 

Dengan Jawab-Cepat Anda dapat menggunakan kode buletin board dan smiley seperti tulisan normal, tapi jauh lebih menyenangkan.

Peringatan: topik ini belum dituliskan setidaknya 120 hari.
Kecuali Anda yakin ingin menjawabnya, harap pertimbangkan untuk memulai sebuah topik baru.

Nama: Email:
Anti-spam: complete the task