Penulis Topik: Pasien meninggal dalam penanganan dokter, pidanakah?  (Dibaca 1137 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Stash

  • The Sentinel of Volcano
  • Kru RPGFWID
  • Lv 7 Ahli
  • ******
  • Tulisan: 3.205
  • Karma: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • Journey Never Ending
  • Sistem Operasi:
  • Windows 7/Server 2008 R2 Windows 7/Server 2008 R2
  • Peramban:
  • Chrome 31.0.1650.57 Chrome 31.0.1650.57
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • Catatan Stefano
Pasien meninggal dalam penanganan dokter, pidanakah?
« pada: 29 November 2013, 08:26:13 »
Aku rasa kalian pasti tah kasus yang menimpa dr Ayu, dr Hendry Siagian, dan dr Hendry Simanjuntak, 3 orang dokter yang bekerja di Manado. Mereka dipenjara karena laporan dari keluarga seorang pasien yang meninggal saat dilakukan operasi caesar. Bagi yang gak tahu kasus lengkapnya, ini aku kasih ringkasan beritanya
Nama dr Ayu menggema belakangan. Dokter bernama lengkap Dewa Ayu Sasiary Prawan (38) ini diperkarakan setelah melakukan operasi caesar terhadap pasien. Dua dokter kandungan satu tim dengan dokter Ayu juga dijerat kasus yang sama. Bagaimana cerita kasus yang berujung bui ini?

Pada 10 April 2010, dr Ayu, dr Hendry Siagian, dan dr Hendry Simanjuntak yang saat itu bertugas di RS Kandou Manado ini menangani pasien bernama Julia Fransiska Makatey (26). Oleh tim medis, proses persalinan anak kedua Julia dianggap tidak lancar dan membahayakan. dr Ayu dan koleganya segera melakukan operasi caesar darurat.

Jabang bayi bisa dikeluarkan dan selamat, tapi kondisi Julia memburuk. 20 menit kemudian, ia meninggal. Merasa ada kejanggalan, keluarga Julia melapor ke polisi. Mereka beralasan Julia tidak mendapatkan penanganan yang seharusnya. Dokter dituding melakukan pembiaran karena tidak segera menangani Julia.

Kasus tersebut diproses polisi. 8 Bulan kemudian, atau Desember 2010, dr Ayu datang ke keluarga Julia sebagai bentuk empati. Bersama tim medis, ia meminta pihak keluarga Julia menandatangani surat agar tidak melanjutkan kasusnya, tapi keluarga menolak.

Dugaan malpraktik itu bergulir dari polisi ke kejaksaan dan akhirnya ke pengadilan. Pada 15 September 2011, hakim Pengadilan Negeri Manado menuntut dr Ayu, dr Hendry Siagian, dan dr Hendry Simanjuntak dengan 10 bulan penjara. Namun di akhir sidang, ketiganya divonis bebas. Oleh hakim, kematian Julia disimpulkan karena gangguan di peredaran darah pasca kelahiran.

Jaksa tidak terima atas vonis itu. Mereka mengajukan kasasi ke MA dan dikabulkan. Pada 18 September 2012, dr Ayu dan koleganya ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Atas putusan MA, dr Ayu ditangkap di tempat praktiknya, RSIA Permata Hati, Balikpapan, Kaltim, Jumat, 8 Nopember 2013 lalu. Ia dibawa ke Manado dan dijebloskan ke Rutan Malendeng. Eksekusi putusan MA ini memicu aksi dokter di sejumlah daerah. Kasus tersebut dikhawatirkan membuat dokter ragu atau tidak bisa mengambil keputusan darurat saat menangani pasien.

Hari ini, Senin (25/11), satu kolega dr Ayu, dr Hendry Simanjuntak, ditangkap di Medan Sumatera Utara. Ia menyusul dr Ayu, ditempatkan di Rutan Malendeng. Kini hanya tersisa dr Hendry Siagian yang masih buron.

Kenapa kasus ini menjadi heboh, terutama di kalangan para tenaga medis? Simpel, soalnya Majelis Kehormatan Etik sudah menyatakan tiga dokter itu tidak melakukan malpraktek. Kalau badan yang memang bertugas mengadili dugaan malpraktek saja sudah berkata kalau tiga dokter itu sudah melakukan prosedur, kenapa sekarang pengadilan sipil turun tangan? Apa kompetensi mereka? Dan setahuku, tidak ada saksi ahli dari tenaga kedokteran yang dihadirkan.

Simpel aja, ingat kasus anggota TNI yang menyerang lapas Cebongan? Apakah mereka disidang secara sipil? Gak, mereka disidang melalui pengadilan militer. Andaikan mereka dinyatakan bebas, pengadilan sipil tidak lantas boleh menyidangkan mereka lagi.

Aku gak mau ikut tren yang lagi berkembang di masyarakat, yang lagi suka menulis hal-hal yang menjelek-jelekkan dokter. Di Kompasiana, bisa ditemui beberapa tulisan yang intinya menjelek-jelekkan dokter. Mau gak mau, kita butuh dokter. Dan Google bukanlah dokter!!! Banyak orang yang berpikir Google sudah cukup untuk menggantikan dokter yang sebenarnya >.>

Sebagai penutup, di aksi demo dokter kemarin, ada tulisan yang menarik perhatianku
Kutip
Anak pejabat nabrak orang sampai meninggal -> Bebas
Anak artis nabrak orang sampai meninggal -> Bebas
Dokter menolong pasien, namun sayangnya meninggal -> Penjara
Twitter ID : stefano1003
Facebook : http://www.facebook.com/stefano.ariestasia
Google+ : stefano.ariestasia
Blog : http://catatanstefano.wordpress.com

Offline Èxsharaèn

  • Pölisia mar Ranch-i-ru
  • Administrator
  • Lv 9 Petualang senior
  • ************
  • Tulisan: 5.650
  • Karma: 8
  • Jenis kelamin: Pria
  • Veni, veni, venias; ne me mori facias...
  • Sistem Operasi:
  • Windows 8.1 Windows 8.1
  • Peramban:
  • Chrome 31.0.1650.57 Chrome 31.0.1650.57
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • RPG Fantasy Web Indonesia
Re:Pasien meninggal dalam penanganan dokter, pidanakah?
« Jawab #1 pada: 29 November 2013, 03:56:47 »
Berhubung nggak ada yang perlu didiskusikan, nambah bacaan doang aja :D

http://anjaris.me/memahami-aksi-mogok-dokter-hari-ini/
Jangan lupa ikutan serunya petualangan Our Journey!
~ A, èxshna il utnön qu our journey shallaran a èndh... ~

Profiles
WAYN http://Exsharaen.wayn.com
About.me http://about.me/hoshiro.exsharaen

Offline Stash

  • The Sentinel of Volcano
  • Kru RPGFWID
  • Lv 7 Ahli
  • ******
  • Tulisan: 3.205
  • Karma: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • Journey Never Ending
  • Sistem Operasi:
  • Windows 7/Server 2008 R2 Windows 7/Server 2008 R2
  • Peramban:
  • Chrome 31.0.1650.57 Chrome 31.0.1650.57
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • Catatan Stefano
Re:Pasien meninggal dalam penanganan dokter, pidanakah?
« Jawab #2 pada: 30 November 2013, 09:27:35 »
Sangat disayangkan seorang wakil ketua MK bisa berkata begini
"Jadi, profesi montir itu lebih sulit daripada profesi dokter," kata Arief setengah berseloroh, Jumat (29/11/2013).

"Dokter itu profesi paling enak. Yang menyembuhkan pasien itu Tuhan, tapi yang dapat honor malah dokter. Lalu kalau pasien sampai meninggal padahal sudah ditangani, dokter gampang saja tinggal bilang, 'Ini sudah nasib, saya sudah berusaha sekuat tenaga'," tutur Arief agak melucu.

"Sedangkan montir mobil, kalau hasil kerjanya bagus maka kita bayar. Tapi kalau mobilnya malah tambah rusak, orang nggak akan bisa bilang, 'ini sudah jadi takdir'," sambung Arief disambut tawa seisi ruangan.

Di tengah situasi yang sedang panas, sangat disayangkan ada ucapan begini. Aku jadi ingat materi yang dikatakan oleh Pak Erol Jonathans (CEO PT Suara Surabaya) di acara pelatihan LKTD di gerejaku. Dia bilang "Politisi sekarang suka ngomong dan malas mendengarkan. Ada isu dikit aja, langsung komentar, entah dia ngerti atau gak masalahnya".
Twitter ID : stefano1003
Facebook : http://www.facebook.com/stefano.ariestasia
Google+ : stefano.ariestasia
Blog : http://catatanstefano.wordpress.com

Offline Èxsharaèn

  • Pölisia mar Ranch-i-ru
  • Administrator
  • Lv 9 Petualang senior
  • ************
  • Tulisan: 5.650
  • Karma: 8
  • Jenis kelamin: Pria
  • Veni, veni, venias; ne me mori facias...
  • Sistem Operasi:
  • Windows 8.1 Windows 8.1
  • Peramban:
  • Chrome 31.0.1650.57 Chrome 31.0.1650.57
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • RPG Fantasy Web Indonesia
Re:Pasien meninggal dalam penanganan dokter, pidanakah?
« Jawab #3 pada: 30 November 2013, 11:35:11 »
Dapat bacaan ini dari teman di FB:

Defensive Medicine

Kalau tanya Wikipedia, itu artinya dokter memberikan pengobatan atau treatment yang tidak harus sesuatu yang terbaik untuk pasien, tapi sekedar melindungi diri dari "bahaya" "perlawanan balik" dari pasien, karena takut proses hukum akibat dianggap malpraktik. Dokter di AS sudah mempraktekkan ini sejak lama karena hukum mereka katanya lebih memungkinkan bagi dokter untuk dituntut.

Agak miris mendengarnya, karena aku sudah entah berapa kali berhutang nyawa pada dokter (sekali betulan terjadi waktu kasusku usus buntu ketika SD dulu). Orang tuaku sih penganut paham "Sakit? Ke dokter!" jadi sejak kecil aku sudah nggak asing dengan yang namanya dokter, entah itu dokter umum atau dokter gigi. Aku sendiri punya paham, kalau hari ketiga sakit tidak sembuh, itu tandanya obat yang kuminum nggak mampu menyembuhkan, jadi kudu ke dokter (ini cuma sekali kulanggar waktu flu beberapa waktu lalu. Sembuh sih, tapi lebih lama, dan sepertinya nggak tuntas, karena begitu kecapaian, langsung kena flu parah). Memang harus diakui ada beberapa dokter "nakal," tapi bukan berarti semuanya begitu kan? Satu hal yang aku sampai sekarang nggak pernah tahu, gimana caranya dokter bisa tetap sehat, padahal dalam sehari bisa ketemu puluhan orang sakit yang bisa jadi membawa penyakit bermacam-macam. Nggak semua orang bisa melakukan itu!

Kutipan dari teman:
Kutip
Dokter malpraktek bisa kena penjara, tapi dukun malpraktek bebas?
Jangan lupa ikutan serunya petualangan Our Journey!
~ A, èxshna il utnön qu our journey shallaran a èndh... ~

Profiles
WAYN http://Exsharaen.wayn.com
About.me http://about.me/hoshiro.exsharaen

Offline Stash

  • The Sentinel of Volcano
  • Kru RPGFWID
  • Lv 7 Ahli
  • ******
  • Tulisan: 3.205
  • Karma: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • Journey Never Ending
  • Sistem Operasi:
  • Windows 7/Server 2008 R2 Windows 7/Server 2008 R2
  • Peramban:
  • Chrome 31.0.1650.57 Chrome 31.0.1650.57
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • Catatan Stefano
Re:Pasien meninggal dalam penanganan dokter, pidanakah?
« Jawab #4 pada: 01 Desember 2013, 02:45:49 »
Info saja, tulisan itu sudah dihapus oleh si penulis.
Twitter ID : stefano1003
Facebook : http://www.facebook.com/stefano.ariestasia
Google+ : stefano.ariestasia
Blog : http://catatanstefano.wordpress.com

Offline Èxsharaèn

  • Pölisia mar Ranch-i-ru
  • Administrator
  • Lv 9 Petualang senior
  • ************
  • Tulisan: 5.650
  • Karma: 8
  • Jenis kelamin: Pria
  • Veni, veni, venias; ne me mori facias...
  • Sistem Operasi:
  • Windows 8.1 Windows 8.1
  • Peramban:
  • Chrome 31.0.1650.57 Chrome 31.0.1650.57
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • RPG Fantasy Web Indonesia
Re:Pasien meninggal dalam penanganan dokter, pidanakah?
« Jawab #5 pada: 01 Desember 2013, 03:11:15 »
Sayang telat diarsip di Google (mungkin tidak sempat) dan Web Archive, tapi ada salinannya di Kaskus kalau mau baca: http://www.kaskus.co.id/thread/5299f8b1a1cb1760530001a0/akhirnya-defensive-medicine-di-indonesia/
Jangan lupa ikutan serunya petualangan Our Journey!
~ A, èxshna il utnön qu our journey shallaran a èndh... ~

Profiles
WAYN http://Exsharaen.wayn.com
About.me http://about.me/hoshiro.exsharaen

Offline Stash

  • The Sentinel of Volcano
  • Kru RPGFWID
  • Lv 7 Ahli
  • ******
  • Tulisan: 3.205
  • Karma: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • Journey Never Ending
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • Catatan Stefano
Re:Pasien meninggal dalam penanganan dokter, pidanakah?
« Jawab #6 pada: 01 Desember 2013, 04:09:00 »
Udah baca. Gawat juga kalo seperti gitu....
Twitter ID : stefano1003
Facebook : http://www.facebook.com/stefano.ariestasia
Google+ : stefano.ariestasia
Blog : http://catatanstefano.wordpress.com

Tags:
 

Dengan Jawab-Cepat Anda dapat menggunakan kode buletin board dan smiley seperti tulisan normal, tapi jauh lebih menyenangkan.

Peringatan: topik ini belum dituliskan setidaknya 120 hari.
Kecuali Anda yakin ingin menjawabnya, harap pertimbangkan untuk memulai sebuah topik baru.

Nama: Email:
Anti-spam: complete the task
anything