Penulis Topik: Chapter 6: The Windy Thief  (Dibaca 1816 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Èxsharaèn

  • Pölisia mar Ranch-i-ru
  • Administrator
  • Lv 9 Petualang senior
  • ************
  • Tulisan: 5.650
  • Karma: 8
  • Jenis kelamin: Pria
  • Veni, veni, venias; ne me mori facias...
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • RPG Fantasy Web Indonesia
Chapter 6: The Windy Thief
« pada: 20 Juni 2007, 12:16:31 »
Bab ini menjelaskan kehidupan Lilíllth, seorang gadis yang terpaksa bekerja sebagai pencuri di tengah timpangnya kepemilikan harta di sebuah desa. Akankah hidup seperti ini harus ia jalani untuk selamanya, atau adakah takdir yang akan mengubah hidupnya?

Chapter 6
The Windy Thief


“KYAAA!!! PENCURIIII!!!” Suasana pasar yang riuh mendadak dikejutkan suara jeritan itu. Sejenak pasar menjadi sedikit tenang. “Dompetku... Kalungku... Emasku... SEMUANYA HILANG!!! PAPAAAAA!!!!!” Jeritan wanita gemuk itu kian membahana. Beberapa Pölisia datang tergopoh-gopoh dan menanyai wanita itu.

Mengetahui yang kecurian adalah salah satu nyonya tanah di situ, pasar kembali ramai, seolah-olah tak pernah terjadi apa-apa. Mereka pun tidak ingin tahu kelanjutannya.

“Salah sendiri ke pasar pakai perhiasan!”

“Kualat tuh namanya! Makanya, jangan suka memeras orang miskin!”

“Untung aja harga dirinya nggak dicuri sekalian!” “Ini apaan sih?!!!”

“Kenapa nggak sekalian rumahnya aja yang dicuri?” “Goblok lu!”

Di tempat lain...

“Ooiii, teman-teman... Aku bawa harta karun!” teriak Lilíllth. “Mo kubagi gak?”

Tanpa menunggu lebih lama lagi teman-temannya berdatangan mengerumuninya. Ada tujuh orang, semuanya laki-laki.

“Wah, ini mah benar-benar harta karun!” komentar salah satu pencuri saat Lilíllth menaruh hasil curiannya di meja. “Dapat dari mana nih?”

“Pasar,” jawab Lilíllth pendek.

“PASAR???” serempak teman-temannya berseru keheranan. “Gak salah tuh?”

“Lha wong aku sendiri yang nyuri, kok gak percaya?” serang Lilíllth balik. “Seandainya si Nyonya Besar itu nggak jalan-jalan ke pasar bawa segini banyak, boleh dah ragu!”

“Maksudmu Nyonya Zarrhah, si nyonya tanah itu? Yang rumahnya di pinggir desa itu? Yang paling besar itu?”

“Iya lah, yang mana lagi? Ayo sudah, kita hitung dan bagi emas ini!”

Beberapa saat kemudian...

“Tujuh ratus empat puluh ribu enam belas Râsh. Kalungnya aku berani taksir sekitar seratus dua ribu lima ratus. Emasnya... tiga ratusan gram... kira-kira... tiga puluh ribu,” rinci salah satu pencuri. “Jadi, totalnya...”

Membutuhkan waktu agak lama bagi mereka untuk menghitung sebesar itu. Akhirnya Lilíllth berseru, “Delapan ratus tujuh puluh dua ribu lima ratus enam belas Râsh.”

“WOW!!!” seru mereka bersamaan. “Besar sekali!” “Dibagi dua...”

“Apa maksudmu dibagi dua?” potong Lilíllth. “Bagi delapan dong! Kita kan berdelapan.”

“Tapi... bagianmu kan seharusnya setengah dari hasil curianmu.”

“Aku tak butuh sebesar itu. Bagi delapan!” perintah Lilíllth.

Maka jadilah demikian. Namun, ketujuh pencuri itu hanya mau uangnya saja yang dibagi delapan. Alasannya, itu kan hasil jerih payah Lilíllth. Semula Lilíllth menolak, namun setelah didesak akhirnya ia mau juga. Ia menerima 92.502 Râsh ditambah kalung dan emasnya. Lebih dari cukup untuk biaya hidup beberapa bulan ke depan.

Tentu saja Lilíllth tidak seserakah itu. Separuh dari uangnya ia bagi-bagi pada rakyat miskin. Sisanya baru ia gunakan untuk menghidupi dirinya.
Jangan lupa ikutan serunya petualangan Our Journey!
~ A, èxshna il utnön qu our journey shallaran a èndh... ~

Profiles
WAYN http://Exsharaen.wayn.com
About.me http://about.me/hoshiro.exsharaen

Offline Èxsharaèn

  • Pölisia mar Ranch-i-ru
  • Administrator
  • Lv 9 Petualang senior
  • ************
  • Tulisan: 5.650
  • Karma: 8
  • Jenis kelamin: Pria
  • Veni, veni, venias; ne me mori facias...
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • RPG Fantasy Web Indonesia
Kehidupan yang keras
« Jawab #1 pada: 20 Juni 2007, 12:17:22 »
Lilíllth lahir pada tanggal 6 bulan 8 tahun 154800 H.R. di Tigríth, sebuah kota kecil 42 km barat ibukota. Pada umur 16 tahun ia memilih pergi ke desa Tigran karena kabarnya kawan-kawannya banyak yang berhasil hidup mapan di sana. Namun, nasib berkata lain padanya. Berulang kali ia jatuh dalam usahanya. Ia kehabisan semua harta benda yang ia miliki. Akhirnya, daripada pulang menanggung malu, selain itu Tigran jauh sekali dari Tigríth dan ia tidak punya biaya untuk pulang, maka ia memutuskan untuk menjadi seorang pencuri.

Baru tiga bulan menjadi pencuri, ia sudah menguasai hampir semua teknik mencuri yang diajarkan kawan-kawannya. Selain itu, ia baru menyadari bahwa ia sangatlah gesit. Berulang kali ia lolos dari kejaran polisi saat beraksi dan ia belum pernah tertangkap sekali pun. Ini membuatnya menjadi pencuri yang paling disegani sekaligus paling dicari di sana. Walaupun begitu, konon ada Pölisium yang berbaik hati, bahkan menaruh hati padanya.

Namun, rakyat Tigran tidak setuju dengan predikat itu. Ini disebabkan Lilíllth sangat baik pada mereka: ia selalu membagikan hasil rampasannya pada rakyat kecil yang tertindas akibat perlakuan semena-mena para tuan tanah di sana. Yang dicuri itu pun hanya orang-orang kaya yang tidak mau membagikan kekayaannya pada rakyat kecil, bahkan cenderung memeras mereka.

Inilah yang membuat sebuah dilema bagi pada polisi di sana. Apabila Lilíllth ditangkap, mereka akan dimusuhi rakyat Tigran. Apabila tidak, mereka akan ditekan orang-orang kaya itu dan pekerjaan merekalah taruhannya.

Sekadar diketahui, orang-orang kaya di desa Tigran sangat berpengaruh di segala sisi kehidupan, baik dalam pemerintahan maupun dalam kehidupan umum. Berurusan dengan mereka sama saja dengan menentang maut. Lalu, mengapa pemerintah pusat tidak bertindak?
Sebenarnya pemerintah pusat sudah mendengar desas-desus mengenai tirani minoritas ini, namun mereka tidak bisa berbuat banyak selama tidak ada laporan resmi dari rakyat Tigran sendiri. Itu hukumnya.

Rakyat Tigran pun sudah merasa lelah dengan semua ini. Berulang kali mereka mengirimkan laporan kepada pemerintah pusat melalui pos, namun semuanya tidak pernah ditanggapi. Mereka menduga surat-surat mereka disabotase orang-orang kaya tersebut.

Karena pemerintahan Tigran didominasi orang-orang kaya, umur 17 tahun Lilíllth tak melaporkan pekerjaannya. Bahkan, akhir-akhir ini ia mempunyai pekerjaan sampingan sebagai seorang Slyth i Spiön-i-ru-èn atau mata-mata yang bekerja untuk sebuah gerakan bawah tanah untuk mengungkap semua kecurangan yang telah dilakukan para tuan tanah. Ia mengawasi kediaman orang-orang kaya untuk mencari tahu ke mana hilangnya pos-pos keluhan itu, apa saja rencana mereka selanjutnya, dan sebagainya. Pekerjaan ini penuh risiko besar, namun ia sanggup menerimanya.

Statusnya yang karsh-nun (tak punya pekerjaan) ini membuatnya tidak diakui sebagai warga negara Líghtran, oleh karenanya ia terancam bahaya dianggap sebagai imigran gelap. Namun, diam-diam seseorang yang mendukungnya yang mempunyai koneksi dengan pemerintah pusat mendaftarkannya dengan primari i karsh Thæft-èn dan sècöndari i karsh Slyth i Spiön-i-ru-èn. Semula pemerintah pusat menolak dengan alasan ia harus mendaftar sendiri, selain itu karsh Thæft belum terdaftar secara resmi dalam pekerjaan-pekerjaan yang diizinkan, namun setelah berbagai pertimbangan akhirnya permintaan itu diloloskan. Hal ini segera diberitahukan kepada Lilíllth dan ini membuatnya lega, kecuali satu kekhawatiran bahwa keluarganya akan mengetahui statusnya itu. Untung selama ini hal ini tak sampai bocor ke luar Tigran.
Jangan lupa ikutan serunya petualangan Our Journey!
~ A, èxshna il utnön qu our journey shallaran a èndh... ~

Profiles
WAYN http://Exsharaen.wayn.com
About.me http://about.me/hoshiro.exsharaen

Offline Èxsharaèn

  • Pölisia mar Ranch-i-ru
  • Administrator
  • Lv 9 Petualang senior
  • ************
  • Tulisan: 5.650
  • Karma: 8
  • Jenis kelamin: Pria
  • Veni, veni, venias; ne me mori facias...
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • RPG Fantasy Web Indonesia
Cewek tangguh
« Jawab #2 pada: 20 Juni 2007, 12:19:09 »
Itulah sisi kehidupan cewek pertama yang berprofesi sebagai Thæft ini. Sehari-hari hidupnya penuh ketidakpastian dan tantangan serta bahaya. Tak setiap hari ia mencuri, bergantian dengan ketujuh kawannya agar tidak mudah tertangkap. Tiap hari mereka berpindah tempat tinggal agar tidak terlacak, dan rakyat kecil sepenuhnya mendukung bahkan melindungi mereka. Hasil curian yang mereka dapat selalu dibagi rata berdelapan, kecuali saat-saat tertentu. Sisanya baru dibagikan ke rakyat kecil yang membutuhkan.

Dari segi statistik, tentu saja kecepatannya luar biasa untuk ukuran levelnya (LVL 39). Ia juga cukup pandai membaca situasi sehingga belum ada yang mampu menangkapnya. Banyak yang mengatakan kecepatannya itu dibantu elemen Ær. Ia mampu menggunakan sihir walau tidak begitu kuat. Sebagai konsekuensi kecepatannya, ia sendiri tidak begitu kuat, namun ini diimbangi dengan keberaniannya. Entah bagaimana ia selalu beruntung sehingga dalam keadaan terjepit pun ia selalu mampu meloloskan diri. EQ-nya cukup tinggi (133), dan kelak ia akan sering bertengkar dengan Hoshiro. Akankah selalu begitu? Siapa tahu...

Fâsth illiath-nun, saria charâd-nun
Innuné korath-nun, équa équad-nun
Surrün muön shallaran tri hörrèan-nun,
accömplia il surrün agun dharkhan un.

Cepatnya tak tertandingi, kebaikannya tak terbalaskan
Ketabahannya tak terukur, ia tak tersamakan
Tahun-tahun kesengsaraan tak seharusnya datang menimpa ketiga pahlawan
Saat ia menggenapi rombongan melawan masa kegelapan


Chapter 6 - Fin
Jangan lupa ikutan serunya petualangan Our Journey!
~ A, èxshna il utnön qu our journey shallaran a èndh... ~

Profiles
WAYN http://Exsharaen.wayn.com
About.me http://about.me/hoshiro.exsharaen

Tags:
 

anything