|
Èxsharaèn
|
 |
« Jawab #1245 pada: 20 Pebruari 2010, 03:01:52 » |
|
Jurusanku rutin mengadakan lomba logika dan pemrograman yang diberi nama ILPC, Informatic Logic and Programming Competition (yup, memang salah tulis di situ). Nah, tahun ini, karena aku sebelumnya sudah ikut 2 lomba nasional dan internasional, jadilah aku diikutkan tim soal sebagai koordinator. Salah satu anggota tim soal adalah mahasiswa yang juga ikut kedua lomba tersebut, jadi kami sepakat untuk meminjam sistem penjurian yang dipakai di kedua lomba itu untuk mempermudah penilaian. Sistem yang dipakai adalah PC2 (bacanya PC squared). Setelah sekian lama mempersiapkan soal dan sistem, akhirnya tiba juga babak penyisihan. Sehari sebelumnya, dilakukan trial untuk menyesuaikan diri dengan sistem baru ini. Tidak terlalu banyak sekolah yang ikut, mungkin karena sudah kesiangan, tapi dari trial tersebut disimpulkan kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan, misalnya format input dan output keliru. Babak penyisihan dilakukan online, jadi peserta mengirimkan jawaban lewat email (kebetulan belum sempat bikin antarmuka untuk mengunggah jawaban) dan dicek. Khusus programming, waktunya adalah 6 jam, dan aku jadi salah satu jurinya. Awalnya lancar-lancar saja, tapi tiba-tiba aku menemukan satu keanehan di kunci jawaban setelah tiga kali memeriksa soal yang sama. Setelah dikonfirmasikan ke pembuat soal, ternyata kuncinya memang keliru. Untungnya penilaian bisa diralat dan itu segera ketemu. Hanya saja, ada satu sekolah yang entah kenapa mengirimkan jawaban yang sama berulang kali, padahal sudah disalahkan berulang kali, dan bahkan ada klarifikasi di situs dan di grup Facebook. Gurunya rupanya agak tidak terima jawabannya disalahkan, padahal menurutnya jawabannya benar dan dicoba di komputernya jalan. Well, memang itu salah satu asumsi kebanyakan programmer yang sangat salah bahwa suatu program yang dia buat pasti bisa jalan di semua komputer. Guru itu sampai telepon dan ngomel-ngomel ingin tahu alasannya, tapi aku melarang panitia memberikan jawaban, karena sudah ada klarifikasi di situs. Kejadian itu sempat bikin emosi, tapi untungnya bisa diredam. Server sempat down sehingga waktu terpaksa dihentikan, tapi untung bisa segera teratasi. Sekitar satu jam sebelum berakhir, baru deh dosen-dosen yang lain (termasuk kajurku) berdatangan, jadi anak-anak bersemangat lagi dan cerita-cerita segala kejadian yang bikin mangkel seharian tadi. Sekitar pukul setengah empat sore waktu habis, dan semuanya pun lega. Akhirnya bisa makan siang juga  sempat evaluasi sebentar, lalu aku pulang. Sekitar seminggu setelahnya, mulailah babak semifinal. Karena konsepnya rally kampus, aku tidak ikut menjuri, tapi hari itu aku datang untuk mendampingi. Sempat lihat-lihat soalnya dan sempat membetulkan salah satu laptop yang bermasalah. Kebetulan salah satu bahasa yang dipakai sudah cukup usang dan tidak lagi diajarkan di jurusan, jadi kebanyakan tidak tahu settingnya, termasuk aku sendiri. Untungnya setelah utak-atik sedikit, masalahnya bisa dibereskan. Setelah kira-kira bisa ditinggal, aku tinggal. Hanya saja, ternyata ada perubahan sistem. Seharusnya, tiap tim (saat itu ada 26 tim kalau tidak salah ingat) sudah diberi rute untuk menuju pos tertentu, dan waktu simulasi sehari sebelumnya katanya sudah beres, tapi entah kenapa hari itu ada pergantian rute yang tidak sempurna, sehingga ada 4 tim yang menempati satu pos sekaligus (harusnya hanya 2 tim saja). Akhirnya diputuskan rute dihapus. Ya sudah, lomba pun dilanjutkan, hanya berhenti saat ishoma (dan pas sekali hujan). Aku tidak terlalu ingat alasannya, tapi ada satu kejadian lagi menjelang akhir lomba yang menyebabkan lomba akhirnya diperpanjang waktunya, ditambah hujan deras yang melanda, menyebabkan semua pos terpaksa pindah ke tempat yang aman. Setelah perpanjangan waktu, rekap nilai segera dilakukan dan pengumuman finalis langsung diberikan malam itu juga. Aku baru pulang sekitar pukul setengah delapan malam, dengan membiarkan panitia yang mengatur laptop untuk final besoknya. Besoknya, aku datang pukul delapan pagi, karena aku juga jadi juri untuk babak programming. Saat babak logika aku agak nganggur, jadi setting program dulu. Pas mulai waktunya babak programming, lumayan banyak yang terjadi. Sejam sebelum dimulai, ada sesi trial untuk membiasakan diri dengan sistem PC2. Saat itu, tiba-tiba separuh laptop dari 15 tim mati karena UPS-nya tidak kuat, tapi bisa segera diatasi. Akhirnya babak final programming pun dimulai dengan waktu 4 jam (sengaja diperpendek dari waktu asli 5 jam). Ada saja kejadian selama final itu. Ada satu laptop yang peserta klaim bermasalah, padahal sebenarnya logikanya yang menyebabkan programnya hang. Kabel rol yang digunakan untuk server sempat nyaris terbakar (sudah tercium bau gosong) gara-gara tidak kuat menahan beban arus yang terlalu tinggi, untungnya cepat ketahuan dan tidak sampai mematikan server. Ada satu soal yang waktu eksekusinya cukup lama kalau menggunakan logika biasa, yang menyebabkan hasil Time Limit Exceeded (TLE) setelah 120 detik, padahal penilaian itu tidak digunakan. Akhirnya aku putuskan koreksi manual, dan ternyata butuh waktu lama juga. Para juri sempat memutuskan hasilnya benar, tapi aku bersikeras membiarkan programnya tetap jalan (toh memorinya masih cukup). Ternyata begitu hasil berikutnya keluar, jawabannya salah  berhubung nilai sudah diberikan (kalau peserta berhasil menjawab dengan benar akan dapat bendera, ini diadaptasi dari lomba ACM), ya terpaksa dibiarkan. Aku sempat mengubah time limit-nya menjadi 1200 detik dan mencoba salah satu jawaban peserta, ternyata 17 menit pun tidak keluar hasilnya. Dengan pengalaman ini, tahun depan penilaian TLE akan dimasukkan  tapi toh akhirnya selesai juga, dan hasil dari kedua babak digabungkan. Juara pertama ternyata jatuh ke SMA di Denpasar, dengan begitu piala bergilir untuk pertama kalinya keluar dari Surabaya setelah tahun lalu direbut Sinlui. Yang konyol, salah satu panitia sempat salah menampilkan PPT yang memuat hasil akhir, tidak sengaja terpampang ke slide terakhir yang menuliskan nama pemenang juara pertama  Setelah lomba usai dan beres-beres, waktunya evaluasi. Aku tidak ingat apa saja isinya, tapi banyak yang harus dibenahi untuk kepanitiaan berikutnya. Sekitar pukul setengah sebelas malam aku baru pulang ke rumah dan tidur setelah makan nasi kotak yang berlebih untuk makan malam  capek sih, tapi overall menyenangkan, jadi tahun depan rasanya aku ikut tim lagi 
|
|
|
|
|
Masuk
|
|
|
|
|
Èxsharaèn
|
 |
« Jawab #1246 pada: 11 Maret 2010, 12:36:35 » |
|
Hmm... hari ini lega juga, pertemuan pertama kelas Game Programming yang mulai menyentuh programming ternyata cukup sukses. Yang harus dijelaskan agak banyak, tapi sepertinya masih mudah diterima (walaupun sepertinya aku harus menaruh perhatian ekstra ke dua anak karena masih semester 2 sementara mata kuliah ini membutuhkan pengetahuan agak banyak). Tadi kebanyakan hanya salin-tempel dari slide PPT karena memang kodenya cukup banyak. Pas sampai latihan, baru deh mulai bingung  bahkan kelas baru berakhir 15 menit dari waktu seharusnya, itu pun kalau tidak aku paksa berakhir  overall semua bilang programming-nya menarik dan tidak sabar untuk kelas berikutnya, malah ada yang sempat bilang mending 2x seminggu  untunglah pada suka, walaupun aku harus ekstra keras cari materi untuk minggu berikutnya (slide yang aku sediakan aslinya akan dipakai selama 6 minggu, tapi ternyata sudah separuh jalan). Kebetulan juga aku mengasuh mata kuliah Game Development, jadi board Gamecraft bisa diisi perlahan-lahan  nanti akan aku isi dengan Game Maker dan XNA (framework dari Microsoft untuk membuat game di XBOX 360, Windows, dan Zune sekaligus).
|
|
|
|
|
Masuk
|
|
|
|
|
Èxsharaèn
|
 |
« Jawab #1247 pada: 04 Juni 2010, 01:32:47 » |
|
Lagi-lagi ada jeda 3 bulan  harusnya ada banyak yang sudah terjadi selama itu, tapi sudah jam segini... nanti pagi harusnya ada waktu luang, tapi aku diminta jaga seorang mahasiswa yang akan UTS susulan (kok baru sekarang ya...), jadi mungkin nanti malam deh mencoba mengingat-ingat apa yang sudah terjadi dalam 3 bulan ini. Harus dibiasakan lagi nulis save point, kalau dibaca ulang sebetulnya menarik 
|
|
|
|
|
Masuk
|
|
|
|
stash
The Sentinel of Volcano
Kru RPGFWID
Lv 6 Lebih ahli
    
Karma: 0
Offline
Kelamin: 
Tulisan: 2.276
The Sinners - Code name : Wrath
|
 |
« Jawab #1248 pada: 05 Juni 2010, 12:00:49 » |
|
Setelah 6 bulan gak nulis..... mau nulis apa ya?  Ringkasan dulu deh dr kejadian2 yg berkesan selama 6 bln ini: - Akhirnya lulus juga dr kuliah S2!!!!! Tinggal nunggu wisuda tgl 30 juli. Ada yg mau datang??? Semua ongkos hrp ditanggung sendiri  - Sempat pulang bentar di bulan desember utk refreshing sebelum kerja di singapur. Nothing special sih. - Karena tempat tinggal yg lama dgn kantor jauhnya minta ampun (kalo naik mobil dewe mungkin dekat, tp kalo naik transport umum, 45 menitan sekali jalan), akhirnya aku dan teman2ku mutusin utk pindah. Pertama maunya tanpa pake agen, tp krn angel, akhirnya pake agen. Utk menyingkat cerita, in the end, kita ditipu sekitar $4500. Sempat bkin laporan polisi segala, walau sebenare polisi gak bisa buat apa2 sblm kita ajuin gugatan di pengadilan. Tp akhirnya, sekitar awal mei, uangnya sdh kembali. - Brsn aja beli BB  Yg mau add aku, minta pinnya lewat PM aja ya, takutnya ntar pinnya jatuh ke tangan yg gak bener.... Sementara gitu dulu deh ringkasan peristiwa berkesan 6 bulan ini 
|
|
|
|
|
Masuk
|
|
|
|
stash
The Sentinel of Volcano
Kru RPGFWID
Lv 6 Lebih ahli
    
Karma: 0
Offline
Kelamin: 
Tulisan: 2.276
The Sinners - Code name : Wrath
|
 |
« Jawab #1249 pada: 05 Juni 2010, 12:53:18 » |
|
Lagi mengalami peristiwa yg rada aneh di kantorku. Sebelum bercerita, aku mengutip dulu perkataan salah seorang kolega senior di kantorku "Engineering actually is not difficult at all. You only need common senses and some calculations. The hardest part is how to deal with other people. Simple problem can became complicated just because of people." Kasusnya rada panjang dan mungkin berbau2 teknik sipil, jd aku mencoba merangkumnya ke bahasa orang awam. Intinya gini, sblm aku masuk, ada 1 proyek yg dikerjakan oleh A. Setelah dia selesai, dan kerjaannya disubmit ke pemerintah (krn ini proyek pemerintah), dia keluar dr kantorku. Trus masuklah aku ke perusahaan itu. Aku disuruh membantu B utk menghandle proyek itu. Nah, B merasa kalo desainnya A gak nyaman, jd dia mau kita mengerjakan ulang. Aslie atasanku melarang, wong utk kerjain itu, A butuh 6 bulan, dan bentar lg proyeknya mau mulai jalan, buat apa diutak-atik. Tp setelah berdebat, akhirnya atasanku membiarkan B melakukan desain ulang. Jadinya selama 4 bulan aku bekerja di perusahaan itu, aku cuma megang 1 proyek itu tok wes. Nah, skrg tuh pihak kontraktor (secara formal, perusahaanku tuh dikontrak oleh pihak kontraktor, jd aku tuh istilahe bawahannya mereka) sdh mau mulai kerja, sedang kerjaan kita blm selesai. Jelas aja blm selesai, wong ada bbrp alasan: 1. Si B itu megang 2 proyek secara bersamaan. Dan krn dia gak bs mengatur pembagian waktu, dan 2 proyek ini sama2 penting, jdnya (aku merasa) ini penyebab kelambatan progressnya. Soalnya si B itu lead designer, aku cuma membantu dia. Jadi walau aku yg kerja full time di proyek itu, si B tetap yg make desicion. Aku sih gak mslh selama si B mudah ditemui. Mslhnya dia sering gak ada di kantor. Meeting lah, kadang2 malah cuti lama (lebih dr 1 hr). Lha, selama dee gak ada, dan aku gak bs lanjut krn hrs nunggu dia, jadinya aku kan nganggur. 2. Si B ini rada gimana ya..... kalo istilah sini tuh kiasu. Always want to play safe. Dia merasa gak nyaman kalo dia gak megang kontrol penuh atas segala hal. Contoh simpel aja : krn aku yg kerja full time di proyek ini, project managernya suruh aku kerja sesuatu, tanpa melalui si B. Eh, si B marah. Alasane aku tuh kan tugase bantu dee. Jadi lain kali kalo aku disuruh sama project manager utk kerja sesuatu, hrs melalui dia dulu. Utk kasus ini, aku bingung aja. Kalo emang itu sesuatu yg penting, dan jelas si B gak mungkin bisa kerjain, apakah salah kalo si project manager suruh aku yg kerja? Kasus lain (dan ini mungkin lbh bagus) adalah gini : katakanlah peraturan mengatakan gini "Berat maksimum 1 barang 5 ton". Katakanlah berat barangmu 4,3 ton, menurutmu gimana? Aman gak? Menurutku pribadi sih aman2 aja. Bahkan sampe 4,99 aja, aku msh yakin aman. Tp menurut si B, 4,3 tuh gak aman. Dia maunya dibawah 4. Apa gak lucu? Peraturannya blg 5, jd kenapa 4,3 gak aman? Itu kan sesuatu yg gak logis. Pemerintah mengatur angka 5 itu pasti sdh melalui percobaan2. 3. Ini salah satu alasan lain kenapa progress kerjaanku lambat : si B keras kepalanya tingkat tinggi. Sekali dia mutusin A, dia gak mau berubah. Bahkan setelah diberitahu bahwa metodenya dia bahkan ditolak kontraktor, dan bisa2 perusahaanku hrs keluarin duit krn metodenya dia, eh sek ngetek ae (bener ya ngetek? Intie sek bersikukuh). Kukuh pada pendirian sih bagus, tp kalo sdh jelas2 metode kita tdk baik, kenapa tdk mencoba mencari jalan lain? Dalam dunia ini, gak semua hal bs terjadi sesuai keinginan kita. Ada saatnya kita hrs bertahan, ada saatnya kita mengalah. Contoh keras kepalanya yg lain (atau kadang2 aku malah merasa kalo si B ini entah pikun atau gimana), kadang2 misale dia sdh dibilangin gini "Jangan tnya dulu pertanyaan2mu ke org lain sblm kita bahas" soalnya kadang2 pertanyaannya dia tuh so basic, kadang2 aja aku jd malu dewe. Eh, sek dilakukan terus. Jadi pas rapat ya, dia lontarin 1 pertanyaan. Trus dia diingatin sama atasanku. Eh, gak usah nunggu 2 menit dia nanya maneh. So stubborn!!!!!! Kadang2 aku jd gemes dewe. Dia tuh membuat kesan koyok lek gak nanya saat itu, dan gak dapat jawaban saat itu, dia bisa meninggal. Kesane tuh ngejar2 soro, dan tarafnya sdh pada taraf yg menurutku membuat org2 jengkel. Aku dewe ae jengkel aslie. Jd skrg ceritanya perusahaanku nunjuk C utk mengkoordinasi tim, dan mencoba mencari tahu kenapa kok progressnya lambat, serta menyelesaikan hambatan2 itu. Kamis kemarin aku dan B ada janji rapat dgn kontraktor. Si C mau ikut, supaya dia bisa tahu apa saja yg terjadi di proyek ini. Wajar lah menurutku, bagaimana mungkin bs kerja dgn efektif kalo dia gak tahu apa2 ttg proyek. Tapi si B mati2an melarang si C ikut rapat. Mbo apa alasane. Aku gak melihat ada alasan yg jelas. Trus pas hr kamis, rapate kan jam 2.30. Krn perjalanan krg lbh 30 menit, hrsnya jam 2 kita start dr kantor. Nah, si B dr pagi gak kelihatan di kantor. Sblmnya sih dia emang sdh blg aku kalo paginya dia ada rapat, trus ntar dia balik kantor utk ambil material2 yg dibutuhkan, trus kita ke tempat rapat. Tapi mslhnya sampe jam 2 dia gak muncul. Gak ada kabar pula dr dia. Yg ada dlm pikirane org2 kantor "Dia sengaja dr rapat pagi, lgs ke rapat ini. Dia sengaja gak ke kantor supaya si C gak bisa melok". Jadinya, aku diajak C utk langsung ke tempat rapat. Harapannya ntar ketemu si B disana. Ternyata..... si B gak ada disana. Setelah aku telp dia di hpnya (aku aslie gak punya no hpnya dia, trus setelah nunggu dia gak datang2, akhirnya telp HR kantor utk minta no hpnya dia), ternyata jam 2.40-an dia br dalam perjalanan ke kantor dr rapat awal. Dia kaget kok aku bisa di tempat rapat dgn C. Dia merasa kalo kita sengaja meninggalkan dia. Kita sengaja gak mau ajak dia ikut rapat. Trus aku tanya "Jadinya kamu datang gak?". Dia jawab "Kalian sdh meninggalkan aku, jd buat apa aku datang?". Ya udah, aku kabari kontraktornya kalo si B gak bs datang. Wajah kontraktore lgs gak enak. Trus 2 menit kemudian, si B telp ke hp si kontraktor. Intie sih kontraktor marah ke si B. "Jadi apa ada merasa rapatku gak penting?", dll. Katae sih si B nangis2 di telp, tp ya semuanya tdk sepenuhnya salah kita kan. Kalo emang dia telat, knp tdk kabari kita? Kalo aku nunggu dia di kantor, bisa2 kita br sampe tempat rapat jam 3.30, 1 jam telat. Apa kita gak dimarahi kontraktor? Alasane dia, dia lupa nomorku. Dia kan bisa telp kantor. Ntar resepsionisnya bs sambungin telpnya ke aku. Dan juga dia gak berusaha kabari kontraktornya kalo dia telat. Sama aja dia mencari maut dewe kan? Dan ini pun minggu depan dia cuti total, dia br masuk 2 minggu lagi. Gini ini yg aku sebutin di awal. Dia maunya tetap make decision, tp dia dewe sering ambil2 cuti. Cutinya lgs ambil 1 minggu full lagi.... Nasib... nasib.... Kerjaan pertama, dpt kasus gini.... Seperti yg aku tulis, bukan sisi teknisnya yg susah. Sisi manusianya yg susah. Skrg ada 2 pilihan, misale pake cara lama (kerjaan si A, tinggal aku revisi aja) atau pake cara baru (kerjaan B). Kalo pake cara B, prosesnya panjang, soale ada beberapa perubahan yg sifatnya fundamental, dan kalo mau dirubah, ntar kudu direview banyak pihak. Ribet dan pasti memakan waktu. Dan menghasilkan cost tambahan yg cukup besar. Tapi ya as usual, si B ngetek ae. Lha, aku lak sing bingung. Mau pake cara yg mana? Gak mungkin kan aku kerja pake 2 cara. Sdh 4 bulan, masa mutusin yg simpel gini aja gak habis2? Kabeh org yg terlibat aslie mau cara pertama, jd pake kerjaan lama, tinggal revisi aja. More simple. Tp si B iki sek kukuh sama pendiriannya. Mboh lha dilihat ntar minggu depan gimana. Pelajaran yg bs aku ambil: 1. Teguh pada pendirian itu perlu, tp siaplah utk berubah kalo ternyata memang hrs berubah 2. Berkomunikasi dan berinteraksi dgn manusia tuh susahnya tiada tandingan dibanding pelajaran apapun di bumi ini. Kadang2 yg buat mslh ya dr manusianya. 3. Ini yg penting!!!!! Usahain lain kali jgn 1 proyek dengan si B 
|
|
|
|
|
Masuk
|
|
|
|
|
Èxsharaèn
|
 |
« Jawab #1250 pada: 05 Juni 2010, 02:14:03 » |
|
Save point hari ini dulu... Tadi pagi bangun pukul 8.20 WIB, bertepatan dengan temanku telepon. "Ingat harus ngapain?" Ingat dong, dan memang akhir-akhir ini aku bisa bangun pukul delapan tanpa jam weker, walaupun biasanya ya tidur lagi  aslinya pukul sembilan aku harus bantu jaga ujian susulan menggantikan rekanku yang kegiatannya agak penuh. Alhasil langsung mandi dan berangkat tanpa sarapan. Sampainya di sana untungnya tidak terlambat. Ternyata lab dipakai semua, tapi setelah dicari-cari akhirnya ada satu ruangan yang bisa disisipi, kebetulan kelasnya kajurku. Ya sudah deh, masuk ke sana. Sepertinya kelas itu adalah KP Z (di tempatku, KP Z adalah KP khusus yang menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris, biasanya dicampur dengan mahasiswa dual degree). Kutunggu selama dua jam sebelum turun ke bawah. Sekitar pukul setengah dua belas, aku dan tiga orang rekan pergi keluar makan karena aku kelaparan. Awalnya agak bingung mau makan di mana, tapi akhirnya diputuskan di Mango Terrace. Sempat mau ngerjain rekan yang lain karena di depan kampus ada depot bernama depot Mangga  makanannya enak juga, akhirnya kesampaian makan di situ. Pukul satu balik, aku langsung naik karena ada kelas. Begitu masuk, kelasnya kosong, hanya ada satu orang... setelah beberapa lama baru deh anak itu bilang, mending gabung sama kelas responsi sebelah saja karena yang ikut kelasku pada sibuk untuk sebuah kegiatan semua. Astaga... akhirnya aku turun lagi. Agak kesal juga sih, tapi mengingat anak-anak jurusan tersebut angkatan itu terkenal agak tidak niat, dan tidak ada kewajiban untuk datang responsi, ya sudah lah. Mereka sudah semester 6, harusnya sudah cukup dewasa untuk mengambil keputusan. Pukul dua, masih dengan rekan yang sama, aku ke apartemen Metropolis untuk menghadiri undangan yang diberikan lewat... faks. Awalnya agak malas karena tidak ada kejelasan kenapa diundang dan mau ada acara apa yang diadakan Metropolis. Eh nggak terduga aku malah ketemu teman SD-ku di sana, dan dia yang memimpin rapat  Metropolis mau mengadakan acara lelang baju dan asesoris selebriti (aku lupa siapa saja, agak panjang daftarnya), dan hasilnya akan dijadikan beasiswa. Intinya sih nyari dukungan. Masih draf sih, jadi tidak terlalu banyak yang harus dibicarakan. Setelah itu, pulang deh ke rumah masing-masing. Sorenya, aku curi dengar dari papaku. Emakku dari papaku (berarti satu-satunya grandparent-ku yang masih hidup) kondisinya mulai menurun. Salah satu saudaranya sempat ke pendeta untuk minta saran. Belum juga bicara apa-apa, pendeta itu bicara duluan. Katanya, segera kumpulkan semua anak dan sanak saudara, karena waktunya sudah tidak lama. Agak kaget juga dengarnya, dan di pikiranku langsung terlintas berarti sebentar lagi... ya tahu sendiri lah interpretasinya... tapi memang emakku sendiri sudah tidak punya semangat hidup; beliau sering mengatakan lebih baik mati atau sejenisnya lah. Entah ya, apa memang yang seperti itu wajar saat kita tua nanti... karena itu, ortuku minta aku membatalkan rencana untuk mendampingi mahasiswa salah satu jurusan untuk outbound hari Sabtu depan. Sebetulnya aku pingin sekali ikut outbound, karena yang seperti itu tidak pernah aku alami pas jadi mahasiswa sebelumnya. Tapi ya sudah lah, mau diapakan lagi... Di sore yang sama, aku tiba-tiba saja dapat PM di FB dari salah satu rekan dosen, intinya nawari BB. Sepertinya beliau tahu persis aku lagi ada masalah dengan HP-ku yang sekarang, Motorola q9h. Entah kenapa baterainya cepat sekali drop, padahal umurnya juga baru beberapa bulan (tidak sampai tiga bulan rasanya) dan tidak ada aplikasi apapun yang aktif. GPRS-nya kadang-kadang hilang sendiri; sesuatu yang jarang terjadi di HP lain. Yang bikin sebal, Java-nya sangat aneh. Tiap kali aku menjalankan suatu aplikasi, dia akan kembali ke keadaan semula seakan-akan baru saja diinstal. Kalau ada yang konek ke Internet, Windows Mobile akan selalu tanya Allow access atau Deny. Yang merepotkan, tidak ada opsi untuk Always allow (paling tidak selama sesi itu), jadi tiap kali mau konek harus jawab Allow. Alangkah merepotkannya kalau harus jalankan aplikasi chat dan tiap 5 detik sekali harus jawab seperti itu... anyway, kembali ke BB, sebetulnya aku nunggu android, atau lebih tepatnya HTC Desire, tapi HP itu belum masuk ke sini. Dan desakan untuk pakai BB semakin santer dari mana-mana, setelah semakin banyak yang pakai BB, termasuk stash sendiri  aku ditawari BB Gemini seharga 2 juta, bisa nego. Lama-lama sih turun sampai 1,85 juta, tapi entah kenapa kok malah disarankan untuk tidak diambil, dari koko iparku dan dari stash sendiri  akhirnya kujawab kupikir-pikir dulu. Aku mau adakan percobaan kecil dulu: kalau memang HP-ku drop lagi dalam waktu sekitar 12 jam setelah charge terakhir, ambil saja deh... Malamnya, berhubung pagi nanti (astaga jam berapa ini  ) ada kuis, cukup banyak yang konsultasi. Karena kuputuskan untuk memindah server situs RPGFWID dari server Jakarta ke server Amerika, aku harus backup datanya dulu. Unduhnya cukup cepat, walaupun ukurannya 91 MB tapi Speedy sedang prima sehingga aku selalu dapat kecepatan rata-rata 110 KiBps. Tapi begitu harus unggah ke server baru... kecepatannya hanya 10 KiBps!!! Akibatnya, unggahan itu perlu waktu dua jam lebih, dan selama itu pula aku nggak bisa ngapa-ngapain. Bahkan chat di Gmail dimatikan saking pelannya koneksiku, dan chat FB nggak karuan pelannya. Well, tapi itu worth lah, karena sekarang stash bisa akses situs ini dengan normal  ga tahu kenapa dari dulu aksesnya selalu sulit dari Singapura sana. Sampai saat ini pun, waktu aku nulis save point ini, masih ada yang tanya-tanya  Panjang juga ternyata save point hari ini  sebetulnya masih ada sisa beberapa save point dari tiga bulan belakangan, tapi berhubung ini sudah cukup larut, besok malam saja deh... rencana hari ini setelah kuis ada sosialisasi kurikulum (yang membatalkan lagi iGrouP-ku, tentang apa itu kuceritakan lain waktu), karena ada pergantian kurikulum dari 2005 menuju 2010. Setelah itu ada acara makan-makan di restoran Samudera Raya, kebetulan yang punya salah satu alumni informatika. Sorenya ke gereja sendiri karena ortuku ke rumah sakit, dan kali ini harus ke gerejaku yang seharusnya di Jemur Andayani karena malamnya diajak temanku main board game dan rumahnya dekat situ. Wonder if today will be a nice day ^^
|
|
|
|
|
Masuk
|
|
|
|
stash
The Sentinel of Volcano
Kru RPGFWID
Lv 6 Lebih ahli
    
Karma: 0
Offline
Kelamin: 
Tulisan: 2.276
The Sinners - Code name : Wrath
|
 |
« Jawab #1251 pada: 05 Juni 2010, 08:32:01 » |
|
Gmn BBnya? Harganya gak turun lg?  Enaknya yg hr ini makan2......
|
|
|
|
|
Masuk
|
|
|
|
|
Èxsharaèn
|
 |
« Jawab #1252 pada: 05 Juni 2010, 10:38:33 » |
|
Save point hari ini... Akhirnya terjadi juga, telat bangun... untungnya soal sudah kuminta didistribusikan di server kuis kemarin jadi tidak perlu ribut nyalin lagi. Tapi, ternyata yang disiapkan tempatnya hanya 5 ruang, sementara ada 6 KP yang kuis. Satu ruang lab memang terpisah gedung, jadi biasanya ruang itu agak terlupakan. Dan betulan deh, kelupaan... untungnya sih petugasnya langsung ke sana jadi tidak makan waktu terlalu banyak. Kuis pun dimulai. Tidak terlalu banyak pertanyaan, tapi sepertinya itu karena soalnya sendiri agak sulit. Sampai diberi perpanjangan waktu 10 menit pun banyak yang tidak selesai, dan dari hasil cerita-cerita, ada beberapa yang ngawur. Setelah kuis, kami langsung ke bawah karena ada sosialisasi kurikulum 2010. Aku sendiri nggak tahu bagaimana konversinya karena pas rapat aku tidak bisa hadir (rapatnya hari Kamis pukul satu siang sementara aku harus masuk ke kelas lain untuk dapat materi), jadi ya ikut saja. Sekitar pukul dua belas sosialisasinya selesai. Waktunya ke Samudera Raya  Sampainya di sana, sempat takjub. Ada beberapa ruangan, dan rupanya satu ruang VIP sudah disiapkan. Sempat lihat beberapa ikan laut yang bisa dimasak, salah satunya lobster di atas 1 kg yang 100 gramnya 80 ribu. Berarti harga lobsternya 800 ribu lebih!!! Sudah mulai kerasa deh kalau restoran ini agak high class. Masuk lagi, pemiliknya datang. Sambil ngobrol-ngobrol, hidangan pertama keluar: dim sum. Ada yang penampilannya lucu banget: bakpao yang dibentuk jadi muka babi. Isinya ternyata kuning telur dan rasanya... superdelicious  yang aku agak tidak menduga, untuk kami disiapkan dua botol wine. Satu red wine yang tidak beralkohol beraroma buah, satunya white wine beralkohol. White wine-nya disimpan untuk nanti setelah makan, jadi pas makan yang dikasih adalah red wine. Itu pun dituangi terus kalau sudah habis, sampai akhirnya sebotol habis. Makanan utama keluar satu per satu, ada kripik kangkung yang renyah dan gurih, ada daging sapi yang entah dimasak gimana, bebek goreng, kepiting utuh satu ekor (tapi aku tidak makan, malas pakai tangan), sayur (lupa apa)... lupa berapa macam, tapi aku perkirakan ada kalau 10 macam. Rata-rata enak, kecuali nasi gorengnya yang biasa saja dan mi goreng yang lumayan enak. Kenyang juga... Setelah makan baru deh dituangi white wine, satu orang dituangi setengah gelas. Dulu aku hanya pernah mencicipi white wine di Bali, itu pun dicampur masakan dan katanya mukaku langsung merah setelahnya. Begitu tegukan pertama... Pahitnyaaaa  tapi setelah masuk ke tubuh, tenggorokan dan paru-paru jadi hangat, tapi dalam waktu bersamaan gelombang rasa hangat itu justru bikin aku sesak  enak sih tapi, pantas aja kok orang Barat suka minum  Sepulangnya dari restoran, aku ikut temanku ke GM karena dia mau beli card game. Lupa namanya... habis beli aku diajak beli kopi di Starbucks. Pertama kalinya juga aku minum kopi di situ, walaupun take home  enak sih, dan sedotannya unik juga karena aku minta hot cappucino. Tapi ya gitu deh, kurasa terlalu panas... akhirnya setengah enam nyampai juga di rumah. Sekarang nganggur...
|
|
|
|
|
Masuk
|
|
|
|
|
|
stash
The Sentinel of Volcano
Kru RPGFWID
Lv 6 Lebih ahli
    
Karma: 0
Offline
Kelamin: 
Tulisan: 2.276
The Sinners - Code name : Wrath
|
 |
« Jawab #1254 pada: 07 Juni 2010, 10:56:46 » |
|
Save point hr ini. BB ternyata kalo semua alert dimatikan, cukup awet juga. Kemarin bs tahan 2 hari sekali cas. Setelah itu, skrg bs bertahan 3 hr tanpa cas.
Hr ini nothing special, unless kelanjutan mslh seniorku yg berulah. Kemungkinan besar utk proyekku skrg, kita tdk akan pake caranya dia. Dan (msh kemungkinan aja) bisa2 dia mengundurkan diri dr kantor, soale orge emang keliatane mudah tersinggung...
|
|
|
|
|
Masuk
|
|
|
|
|
Èxsharaèn
|
 |
« Jawab #1255 pada: 08 Juni 2010, 12:23:19 » |
|
Save point... hari ini kakiku njarem semua (apa ya bahasa Indonesianya... rasa kaku di otot sehabis olah raga) akibat main bulutangkis kemarin, dan bawaannya ngantuk melulu. Tidak ada yang terlalu spesial hari ini, kecuali akhirnya aku putuskan untuk beli BB yang ditawarkan sejak beberapa hari lalu. Mudah-mudahan saja lebih banyak yang bisa dilakukan BB daripada Motorola-ku yang tidak kuinstali apa-apa  tadi sudah transfer, kalau tidak ada halangan nanti siang atau besok barangnya akan diberikan. Kerjaanku lumayan banyak... menyusun slide untuk besok, walaupun besok rencananya demo kecil, yang rasanya akan memakan waktu cukup banyak, koreksi kuis bejibun, bikin slide untuk mata kuliah kurikulum baru, buat soal untuk kuis susulan... dan semuanya harus selesai dalam minggu ini >< hari ini adalah hari yang paling tidak aku sukai karena harus nerangkan sesuatu yang materinya sendiri aku baru dapat 3 jam sebelum kelasku (dan dosennya sendiri suka bicara panjang lebar sampai out of topic jauh sekali), tapi paling tidak hari ini adalah pertemuan terakhir yang aku harus ngajar. Minggu depannya demo projek  Rasanya baru minggu depan bisa agak sedikit lega, tapi entah kalau ketambahan kerjaan lagi 
|
|
|
|
|
Masuk
|
|
|
|
stash
The Sentinel of Volcano
Kru RPGFWID
Lv 6 Lebih ahli
    
Karma: 0
Offline
Kelamin: 
Tulisan: 2.276
The Sinners - Code name : Wrath
|
 |
« Jawab #1256 pada: 08 Juni 2010, 08:15:31 » |
|
Save point hr ini.... Kerjaan msh sama seperti biasa. Msh megang proyek yg sama.... Akhirnya exshan beli BB juga  Hampir selesai download IRIS. Selanjutnya, You are my destiny 
|
|
|
|
|
Masuk
|
|
|
|
|
Èxsharaèn
|
 |
« Jawab #1257 pada: 09 Juni 2010, 10:32:32 » |
|
Save point hari ini dulu  Hari ini ulang tahunku. Awalnya sih merasa tidak ada yang spesial, soalnya tahun-tahun sebelumnya ya memang biasa-biasa saja. Paling yang ngasih selamat hanya teman-teman terdekat (bahkan teman paling dekat sewaktu kuliah pun kadang-kadang lupa) dan keluarga. Tahun ini... Persis pas aku bangun pagi, ada telepon. Dari 031 5XXXXXX. Awalnya kukira siapa, tapi aku langsung ingat kalau itu nomor Ubaya, jadi aku angkat. Ternyata benar. Beliau menyatakan kalau aku dipanggil wawancara dengan wakil rektor 1 dan 2 hari Jumat besok, mulai pukul sembilan pagi. Puji Tuhan, akhirnya terjawab juga ^^ setelah itu aku siap-siap seperti biasa. Sayangnya, mamaku yang biasanya langsung ngasih ucapan di hari itu ternyata lupa, dan baru ingat saat bicara tentang aku menraktir rekan-rekan dosen. Dikiranya hari ini masih tanggal 8  Akhirnya berangkat juga. Sepanjang hari BB-ku bunyi terus antara SMS dari FB dan email FB untuk ucapan selamat ulang tahun, kubiarkan saja dulu karena rasanya bakal datang banyak, apalagi FB-ku sudah tersebar luas dan memang tanggal lahir tidak kusembunyikan. Sekitar pukul 11.30 aku dan beberapa rekan (hanya berlima) pergi ke Bu Kris untuk makan siang, dan sesuai janjiku aku yang bayar. Setelah makan, balik lagi ke kampus dan waktunya ngajar. Agak takut juga sih soalnya banyak yang tahu, tapi aku putuskan untuk cuek saja. Di kelas pertama semuanya berjalan lancar. Kelas kedua, yang harusnya masuk pukul 15.45 dan paling telat pukul empat sore, pas aku masuk pukul empat sore... KOSONG... Sudah ada wanti-wanti sih dari rekanku, soalnya kelas keduaku itu anaknya memang jahil-jahil  sempat mau kubalas dengan prank status di FB untuk mengubah komposisi nilai menjadi 25% dan dinolkan semua karena tidak hadir (hari ini harusnya demo projek, aslinya hanya 10%), tapi baru mau buka FB, muncul suara yang familiar. Kukira itu suara HP-ku, karena memang aku pakai ringtone itu, tapi aku baru ingat. Aku kan baru ganti BB dan belum sempat mindah lagu itu... lha itu terus suara dari mana??? Ternyata anak-anak masuk, sambil bawa dua cupcake mini yang diberi dua lilin. Ya ampun  sempat digojloki untuk ngasih first cake ke seseorang, jadi ya ngikut arus aja deh  sempat mengganggu kelas sebelah saking ramainya anak-anak, jadi sungkan sama dosennya... setelahnya aku disuruh buka sesuatu yang ditutupi jaket. Apa lagi nih? Ternyata satu kandang hamster, lengkap dengan hamsternya. Astaga, sudah lama aku pingin hamster gara-gara nonton video yang nadanya kujadikan ringtone  setelahnya kuliah seperti biasa, tapi niatku semula untuk menilai kubatalkan, walaupun mereka ya tetap menunjukkan hasil kerjanya. Karena sudah bekerja keras, dikasih bonus sedikit lah, nilai 10% penuh untuk semua yang hadir saat itu  pulangnya ortuku kaget karena aku bawa hamster, dan akhirnya tahu juga kalau aku beli BB  Hari ini benar-benar ultah yang berkesan ^^ thanks untuk semuanya, belum pernah aku merasakan ultah seperti hari ini, tepat di 25 tahun umurku. May God bless you all. PS: Ini video yang aku sebut-sebut dari tadi. Rasanya dari situ muncul ide untuk hamsternya 
|
|
|
|
|
Masuk
|
|
|
|
|
|
stash
The Sentinel of Volcano
Kru RPGFWID
Lv 6 Lebih ahli
    
Karma: 0
Offline
Kelamin: 
Tulisan: 2.276
The Sinners - Code name : Wrath
|
 |
« Jawab #1259 pada: 13 Juni 2010, 01:12:02 » |
|
Tadi sore ke gereja. Selesai gereja jam 7.30, saatnya ketemuan dgn teman2ku di Lau pa sat, hawker terbesar di singapur (katanya). Di tengah perjalanan, lewat bbrp bar. "Kok ada pertandingan ya? Bukane pertandingane jam 10 ya? Ah, siaran ulang jangan2". Sampai di Lau pa sat, br tahu kalo itu live match antara korea vs yunani. Akhirnya korea menang 2-0. Yeah!!!! Tadi makan grilled sting ray, indonya disebut ikan pari rasae. Enak, sayang lg diet, jd makan nasinya dikit aja  Hbs makan, temanku ada yg baru dtg. Dia pesan ikan yg sama. Dia makannya dikit, jdnya aku kebagian deh  Habis makan, eh dia nanya "ayo lanjut sate". Sayang kali ini bagi dgn teman2 lain, jd gak makan banyak  Semester ini, ada 4 org dr petra yg masuk NUS, 3 cowok, 1 cewek. Mereka maunya tinggal 1 unit bareng. Sdh disaranin sih, angel cari i unit dlm waktu singkat. Kalo cuma sewa kamar aja, lbh gampang. Dan tadi mereka kena kasus yg hampir sama dgn aku. Jd mereka tadi sdh lihat tempat. Mereka sdh cocok lha dgn tempate. Pertama janjian jam 7 mau ketemuan utk ttd kontrak. Trus ditunda jam 9. Eh, trus ditunda maneh besok. Trus belakangan ketahuan kalo kelihatannya dia mau tawarin tempatnya ke org lain. Ceritae gini : penyewa yg skrg, kontraknya habis pertengahan juni. Nah, teman2ku br mau masuk pertengahan juli. Berarti kan ada 1 bulan tempat itu nganggur, yg berarti 1 bulan tanpa ada pemasukan dr sewain unit itu. Nah, ada calon penyewa yg bersedia masuk pertengahan juni. Belakangan akhirnya teman2ku mau deh kontrak mulai pertengahan juni, jd istilahnya mereka sewa, tp utk 1 bulan itu, unitnya dibiarin kosong. Tp aku sih kasih saran, kelihatannya orgnya gak bener. Drpd ntar ada mslh, mending cr tempat lain. Tadi sdh nemu sih tempat lain. Agak jauh dr MRT, tp dpt murah. Besok semoga mereka bisa deal.
|
|
|
|
|
Masuk
|
|
|
|
|