Tulis jawaban

Peringatan: topik ini belum dituliskan setidaknya 120 hari.
Kecuali Anda yakin ingin menjawabnya, harap pertimbangkan untuk memulai sebuah topik baru.
Nama:
Email:
Subyek:
Tags:

Seperate each tag by a comma
Ikon pesan:

Anti-spam: complete the task

jalan pintas: tekan alt+s untuk mengirim/menulis atau alt+p untuk meninjau


Ringkasan Topik

Ditulis oleh: Flavardiozt
« pada: 12 November 2012, 09:17:39 »

Teman??
perasaan Sven g bw teman deh?
klo Komandan Lector itu cuma pendukung....
Ditulis oleh: Èxsharaèn
« pada: 12 November 2012, 05:39:38 »

Maksudnya mungkin paling ga ada satu karakter sentral di bab awal. Rasanya tokoh utamanya sih... sapa ya itu namanya... mungkin proporsinya bisa dibanyakin dikit? Kalau ga salah ingat (pikiranku lagi penuh di projek dan tugas), awal-awal langsung ada empat tokoh: pangeran itu, temannya, komandan, dan satu gadis yang naik sepeda. Habis itu, di kereta api tahu-tahu ketambahan... tiga sampai empat orang lagi?

Ntar deh coba baca pelan-pelan, mumpung malam ini "melowongkan diri" :D
Ditulis oleh: Flavardiozt
« pada: 12 November 2012, 05:33:45 »

 masa 4 orang banyak sih?
rata2 emang sih di chapter2 selanjutnya...

namanya jg akademi....
otomatis....
Ditulis oleh: faart
« pada: 11 November 2012, 11:28:26 »

Aku cuma bingung gara-gara pas awal langsung dikasih karakter segitu banyak :P dan aku baca character sheetnya, kok keren amat tuh bisa seumuran semua? ;D
Ditulis oleh: Èxsharaèn
« pada: 10 November 2012, 11:55:38 »

Clâiré kemarin ada komentar sih, tapi lewat jalur pribadi. Biar orangnya aja yang nulis di sini nanti :D sebenarnya aku malah bingung bab 1 tiba-tiba langsung intens begitu (sudah baca tiga seri novel Mass Effect, dua seri Dragon Age, dua seri Resident Evil, semuanya masuk dengan perlahan di bab 1 walaupun memang beberapa mengawali dengan suatu konflik; bahkan ada yang punya bab Prolog sendiri sebelum bab 1), jadi ga bisa dibaca sekali (harus dibaca pelan-pelan) karena banyak yang harus dimasukkan atau dibayangkan di pikiran. Tapi ada sih yang gaya nulisnya seperti itu, jadi kurasa ga masalah lah...

Harus kuakui sih, prolog ini biasanya bikin bosan kalau nyusunnya ga tepat sasaran (sampai sekarang aku kalau baca ulang RPN OJ selalu mulai dari Part 2 Chapter 9 :D)
Ditulis oleh: Flavardiozt
« pada: 10 November 2012, 09:32:52 »

maksud Kakak pasti karena Para pembajak dan penumpang cuma tahu siapa pemuda bertopi itu & apa yang akan dilakukan selanjutnya....
tenang...
itu di chapter 2  ;)

memang segaja aku buat agak nggantung biar menimbulkan rasa penasaran (kesannya malah jadi kaya prolog ya?)

mungkin (tanpa sadar kali ya, he...3x  :P) aku terlalu terpenegaruh sama anime dan FTV kali ya (ada beberapa anime yang ep 1 ed nya nggantung banget, tapi berhasil menimbulkan rasa penasaran para pemirsa)

kesalahan ketik?  :D
maklum... :P
sang pengarang dan editor adalah orang yang sama dan cm pake 11 jari... :P

ada yg lain lg kritiknya?
Ditulis oleh: Èxsharaèn
« pada: 10 November 2012, 12:22:29 »

Saran aja sih, kalau pakai font yang nggak umum, mending dirilis bentuk PDF. Judul babnya nggak terbaca di tempatku nih, kecuali kuganti pakai font Symbol :)

Akhir babnya nggantung sekali nih :D ada beberapa salah ketik sih, tapi biasanya itu tugas editor :)
Ditulis oleh: Flavardiozt
« pada: 09 November 2012, 10:39:44 »

Bab 1 dari Horatio Acht...
Silahkan dinikmati....

anything