Tulis jawaban

Peringatan: topik ini belum dituliskan setidaknya 120 hari.
Kecuali Anda yakin ingin menjawabnya, harap pertimbangkan untuk memulai sebuah topik baru.
Nama:
Email:
Subyek:
Tags:

Seperate each tag by a comma
Ikon pesan:

Anti-spam: complete the task

jalan pintas: tekan alt+s untuk mengirim/menulis atau alt+p untuk meninjau


Ringkasan Topik

Ditulis oleh: Stash
« pada: 05 Agustus 2007, 11:41:07 »

Hmm.... kalau lihat dari segi pedagang, aku mungkin menganggap Depristek tdk meghasilkan apapun yang bisa membantu bangsa. Ini semua terjadi karena pemerintah sendiri tdk mau menanamkan modal kedalam bidang riset. Siapa sih yang mau melakukan riset kalau harus pakai uang sendiri, atau harus kesulitan nyari dana ke perusahaan swasta???
Ditulis oleh: Èxsharaèn
« pada: 01 Agustus 2007, 09:31:28 »

Baru-baru ini Jusuf Kalla dengan sedikit emosi menyatakan bahwa Depristek (Departemen Riset dan Teknologi) sebaiknya dibubarkan saja karena terlalu bergantung pada konsultan asing, termasuk penandatangan MoU dengan Microsoft di saat mereka sedang mendukung gerakan IGOS. Tapi ya apa benar Depristek harus dibubarkan gara-gara itu? Apa iya riset dan teknologi tidak mendatangkan profit di mata Jusuf Kalla yang notabene seorang pedagang? Kenapa sih perkembangan teknologi di Indonesia selalu terhambat? Apa kita sudah siap meninggalkan ketergantungan teknologi terhadap bangsa asing?
anything