Penulis Topik: Chapter 1: First of All...  (Dibaca 2764 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Èxsharaèn

  • Pölisia mar Ranch-i-ru
  • Administrator
  • Lv 9 Petualang senior
  • ************
  • Tulisan: 5.650
  • Karma: 8
  • Jenis kelamin: Pria
  • Veni, veni, venias; ne me mori facias...
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • RPG Fantasy Web Indonesia
Chapter 1: First of All...
« pada: 03 Desember 2006, 12:55:36 »
Chapter 1
First of All...


Sebelum kita mulai, ada baiknya kita menyimak sejenak kisah yang melatarbelakangi kisah perjalanan panjang ini.

Kisah ini terjadi lama berselang setelah sekarang: milyaran tahun dari saat ini, milyaran tahun setelah apa yang akan disebut Kelahiran Kembali Alam Semesta, atau yang para ahli ramalkan sebagai Big Bang kedua. Manusia, hewan, tumbuhan, dan semua makhluk hidup lain yang ada sekarang akan musnah secara fisik. Namun, jiwa mereka tidaklah punah. Setelah terseleksi melalui Pengadilan Terakhir, jiwa mereka yang terpilih menunggu di suatu tempat terjanji: menunggu saat kelahiran kembali alam semesta. Saat itulah mereka akan terlahir kembali untuk memulai perjalanan hidup yang benar-benar baru dan murni. Itulah sebabnya kelak kelahiran kembali ini juga dikenal dengan sebutan Pemurnian.

Orang bijak berkata, sejarah akan selalu mengulangi dirinya sendiri. Itulah yang terjadi. Belasan milyar tahun setelah Kelahiran Kembali Alam Semesta, tata surya kedua yang agak berbeda dengan yang ada sekarang akan lahir. Tak lama kemudian—dalam ukuran waktu alam semesta, milyaran tahun—bumi baru akan lahir di posisi keempat dari pusat tata surya. Memang, agar kesalahan sama tak terulang lagi karena sejarah yang sama berulang, sejarah sedikit diubah pada awalnya, yang akan mengubah seluruh kejadian sejarah berikutnya.

Kisah ini terjadi ratusan ribu tahun setelah manusia pertama dilahirkan kembali. Dari ukuran sekarang, itu terjadi kira-kira tahun 99416702813 Masehi. Tentu ini tidak bisa kita bayangkan. Untuk itu, disepakati satu hal. Tahun pertama dimulai saat manusia pertama lahir, kira-kira tanggal 14 Mei 99416596377 menurut penanggalan Masehi. Untuk membedakannya dengan tahun sekarang (A.D. atau Anno Domini), tahun itu diberi nama H.R., Humani Résurrècta atau Kelahiran Kembali Manusia dalam bahasa kita.

154817 H.R.. Saat itu, manusia sudah semakin banyak dan tersebar di seluruh bagian bumi. Bumi itu terbagi atas tujuh benua, termasuk dua benua kutub. Masa itu disebut dengan Fantashianusth i Agia menurut bahasa mereka, Bahasa Umum, atau Elásth Morin dalam bahasa Peri. Kurang lebih artinya Masa Fantasi dalam bahasa kita.

Pada masa itu, bangsa-bangsa yang sekarang ini hanya bisa kita dengar dari dongeng-dongeng fantasi benar-benar ada dan hidup. Mereka hidup berdampingan dengan manusia, walau tidak semuanya bersahabat baik, beberapa di antaranya bermusuhan. Mereka meliputi bangsa Humani (Manusia) sendiri, Èlf(1) (Manusia Peri), Fâiri (Peri), Örc(1) (bangsa buas), Dwarf(1) (kurcaci), Kakira (Manusia Hutan), Fhar (Peri Hutan), Cèntaur(1) (Manusia Kuda), Mérma(1) (Manusia Duyung), dan banyak lagi.

Bangsa Èlf, seperti yang akhir-akhir ini sering sekali kita dengar, merupakan hasil perkawinan bangsa Humani dengan bangsa Fâiri. Itulah sebabnya bangsa Èlf bersahabat baik dengan kedua bangsa.

Bangsa Örc sendiri menyerupai raksasa namun tidak sebesar itu; mereka biasanya buas dan dimusuhi banyak bangsa karena mereka suka memakan bangsa lain, musuh utama mereka adalah bangsa Dwarf.

Bangsa Dwarf lebih suka menggali tanah dan batu untuk membuat rumah maupun tempat penyimpanan barang-barang dengan kapak mereka yang terkenal tiada tandingannya.

Kakira dan Fhar bersahabat erat, namun keduanya terisolasi dari dunia luar. Mereka sangat pemalu dan segera menghilang begitu bertemu bangsa asing. Itulah sebabnya sedikit yang sempat melihat mereka. Konon setiap Kakira ditemani satu Fhar. Walaupun Fhar dan Fâiri sama-sama (diartikan) Peri, mereka berdua sangat berbeda. Fhar berbentuk manusia mini dengan sayap warna-warni (inilah yang disebut Peri atau Fairy(2) dalam kebanyakan dongeng), sedangkan Fâiri lebih mirip manusia dan tidak bersayap namun mampu melayang di udara. Sayang sekali kita menerjemahkan Èlf dan Fairy sama-sama Peri, padahal keduanya sama sekali berbeda.

Cèntaur tidak terlalu suka bangsa lain, terutama bangsa Humani yang mempekerjakan saudara mereka: kuda. Mérma hanya tinggal di laut atau samudera dan jarang berhubungan dengan dunia luar. Penjelasan mengenai bangsa-bangsa lain akan ditampilkan dalam cerita bila dibutuhkan.

Kutip
(1) Bagi yang merasa asing dengan istilah-istilah ini, silakan baca buku-buku referensi terdaftar di akhir buku ini.
(2) Ikuti penjelasan Newt Scamander dalam bukunya Fantastic Beast and Where to Find Them.
« Edit Terakhir: 08 Desember 2006, 08:34:40 oleh Èxsharaèn »
Jangan lupa ikutan serunya petualangan Our Journey!
~ A, èxshna il utnön qu our journey shallaran a èndh... ~

Profiles
WAYN http://Exsharaen.wayn.com
About.me http://about.me/hoshiro.exsharaen

Offline Èxsharaèn

  • Pölisia mar Ranch-i-ru
  • Administrator
  • Lv 9 Petualang senior
  • ************
  • Tulisan: 5.650
  • Karma: 8
  • Jenis kelamin: Pria
  • Veni, veni, venias; ne me mori facias...
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • RPG Fantasy Web Indonesia
Re: Chapter 1: First of All...
« Jawab #1 pada: 03 Desember 2006, 12:58:28 »
Sejarah mengatakan bahwa kejahatan akan selalu ada melawan kebaikan. Inilah satu-satunya sejarah yang tidak dapat diubah. Tahun kedua setelah manusia lahir, setan-setan mulai melepaskan diri dari belenggu yang mengikat mereka sejak lama—konon sejak Pengadilan Terakhir sampai masa Humani Rèsurrècta. Saat itulah manusia kembali jatuh ke lubang dosa.

Menurut gulungan-gulungan kuno, perkamen-perkamen lusuh, dan tutur kata yang diturunkan dari generasi ke generasi, setan semakin ganas daripada sebelumnya. Mereka menyimpan kejahatan terbesar mereka, Dèathun atau kematian, ke dalam sebuah pedang bermata dua. Pedang itu mereka segel dengan empat medali yang mereka isi dengan empat kekacauan terbesar: Dèstructa—Kehancuran, Châös—Kekacauan, Tèrör, dan Dharkhan—Kegelapan. Keempatnya disebar di bumi. Sampai ada yang mampu menemukan keempatnya dan menarik pedang terkutuk itu, setan akan berkuasa.

Sejarah mencatat, sekitar tahun 73260 H.R. seorang dari bangsa Humani berhasil menemukan keempat medali dan mengambil pedang terkutuk yang kemudian ia beri nama Blâd Zurdhüm dalam bahasa Èlf kuno atau Pedang Setan dalam bahasa kita. Dengan Blâd Zurdhüm itu ia perlahan-lahan mengubah dunia menjadi dunia kegelapan. Bangsa-bangsa terpecah belah, peperangan di mana-mana; kekacauan dan kegelapan selalu menanti. Dunia menjadi tidak aman.
Selama beribu-ribu tahun dunia memasuki masa kegelapan atau yang dinamakan Dharkhan i Agia dalam Bahasa Umum. Selama itu pula telah banyak terjadi perlawanan yang memakan banyak korban, namun tak ada satupun yang berhasil. Kekuatan setan benar-benar dahsyat.
« Edit Terakhir: 08 Desember 2006, 08:48:31 oleh Èxsharaèn »
Jangan lupa ikutan serunya petualangan Our Journey!
~ A, èxshna il utnön qu our journey shallaran a èndh... ~

Profiles
WAYN http://Exsharaen.wayn.com
About.me http://about.me/hoshiro.exsharaen

Offline Èxsharaèn

  • Pölisia mar Ranch-i-ru
  • Administrator
  • Lv 9 Petualang senior
  • ************
  • Tulisan: 5.650
  • Karma: 8
  • Jenis kelamin: Pria
  • Veni, veni, venias; ne me mori facias...
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • RPG Fantasy Web Indonesia
Re: Chapter 1: First of All...
« Jawab #2 pada: 03 Desember 2006, 12:59:39 »
Akhirnya Sang Pencipta turun tangan. Ia memberikan bantuan dalam wujud tiga dewa-dewi terkuat untuk turun ke bumi membantu bangsa-bangsa melawan kekuatan jahat. Secercah harapan mulai terbit di tengah kegelapan kelam. Bangsa-bangsa mengutus tiga petarung terbaik mereka: Aräntha dari bangsa Humani, Eras Thünath dari bangsa Fâiri, dan Faragon dari bangsa Spirita(3), untuk melawan Dharkhan Èmperör i Vârdhûn, orang yang menemukan Blâd Zurdhüm. Mereka bertiga dibantu ketiga dewa-dewi yang sebenarnya adalah tiga kekuatan terbesar kebaikan: Varuniath—Kekuatan, Brath—Kebijaksanaan, dan Fhiranth—Keberanian.

Tahun 80420 H.R. terjadilah perang besar-besaran antara bangsa-bangsa melawan kekuatan kegelapan, sementara ketiga pejuang terpilih melawan Vârdhûn. Mereka bertempur selama tujuh hari tujuh malam menurut sebuah catatan yang ada. Akhirnya mereka berhasil mengalahkan Vârdhûn dengan senjatanya sendiri, Blâd Zurdhüm, yang ternyata benar-benar “bermata dua”. Setan pun tak pernah menduga bahwa Blâd Zurdhüm bisa digunakan baik untuk kejahatan maupun untuk kebaikan.

Perang besar pun usai dengan kalahnya Vârdhûn. Masa Kegelapan pun berakhir. Namun, ini menuntut pengorbanan dari ketiga pejuang terpilih. Mereka tewas demi menghancurkan Istana Monus Tigrith, istana milik Vârdhûn, dan menyegel kembali keempat kekacauan terbesar setan serta Blâd Zurdhüm-nya.

Setelah menyegel Blâd Zurdhüm, tepat sebelum mati, mereka bertiga menyegel jiwa mereka ke dalam suatu wujud kristal emas bening berbentuk segitiga—yang dalam masa sekarang kita kenal dalam dongeng Triforce—yang kelak menjadi yang dinamakan Trihollían. Untuk mengantisipasi kekuatan setan yang lebih besar, dewa-dewi turun ke bumi dan ikut menyegel kekuatan mereka ke dalam Trihollían. Demi menjaganya dari musuh, mereka membaginya menjadi 12 bagian dan menyebarkannya ke seluruh dunia. Ketiga pejuang terpilih telah tiada, namun jiwa mereka tetap abadi di bumi hingga tiba saatnya nanti.

Sejarah ini kemudian diabadikan ke dalam gulungan-gulungan kertas oleh bangsa Humani. Èlf dan Fâiri mengabadikannya ke dalam nyanyian panjang yang hingga kini masih tetap dinyanyikan, dikenal dengan sebutan Trihollían Sónath dalam bahasa Peri. Pertempuran besar itu sendiri diberi nama, dalam Bahasa Umum, Thurin, Kemenangan Besar.

Kutip
(3) Bangsa roh orang yang sudah meninggal yang menolak dimasukkan Negeri Orang Mati.
« Edit Terakhir: 08 Desember 2006, 08:50:26 oleh Èxsharaèn »
Jangan lupa ikutan serunya petualangan Our Journey!
~ A, èxshna il utnön qu our journey shallaran a èndh... ~

Profiles
WAYN http://Exsharaen.wayn.com
About.me http://about.me/hoshiro.exsharaen

Offline Èxsharaèn

  • Pölisia mar Ranch-i-ru
  • Administrator
  • Lv 9 Petualang senior
  • ************
  • Tulisan: 5.650
  • Karma: 8
  • Jenis kelamin: Pria
  • Veni, veni, venias; ne me mori facias...
  • Bergabung sejak: 14/10/2006
    YearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYearsYears
    • RPG Fantasy Web Indonesia
Re: Chapter 1: First of All...
« Jawab #3 pada: 03 Desember 2006, 01:00:49 »
Puluhan ribu tahun berlalu dalam damai. Bangsa-bangsa sudah mulai melupakan Thurin hingga tepat tahun 154817 H.R. ada yang mengingatkan mereka kembali tentangnya. Sebuah kerajaan dari benua paling utara, bernama Xhazqun dalam bahasa mereka, dikabarkan mulai mencari kembali Blâd Zurdhüm yang melegenda sekaligus terkutuk itu. Namun, kabar ini tidak diketahui kebenarannya karena Xhazqun mengelak telah sedang berusaha mencari Blâd Zurdhüm; selain itu Xhazqun juga sangat tertutup dari dunia luar. Walau bagaimanapun, bangsa-bangsa mulai khawatir sejarah akan terulang kembali.

Untuk mengantisipasi bangkitnya kembali kuasa kegelapan, dengan inisiatif sendiri bangsa-bangsa bergegas untuk mencari dan menemukan Trihollían yang dikabarkan menghilang itu. Namun, pada akhirnya hanya mereka yang benar-benar terpilih yang akan menemukan semua pecahan Trihollían dan menggunakannya demi kebaikan.

Di sinilah perjalanan kami dimulai...

Chapter 1 - Fin
« Edit Terakhir: 08 Desember 2006, 08:53:26 oleh Èxsharaèn »
Jangan lupa ikutan serunya petualangan Our Journey!
~ A, èxshna il utnön qu our journey shallaran a èndh... ~

Profiles
WAYN http://Exsharaen.wayn.com
About.me http://about.me/hoshiro.exsharaen

Tags:
 

anything